Kenapa Kamu Perlu Melakukan Evaluasi Keuangan Sekarang Juga?
4 min read
Photo by olia danilevich from Pexels
Kita semua tahu apa manfaat memiliki uang. Rasanya anak kecil yang gak mengenyam bangku pendidikan pun paham betul tentang kegunaan uang. Meskipun manfaatnya luar biasa, namun gak semua orang mampu mengelola keuangan. Apa lagi sampai mendalami soal evaluasi keuangan.
Kebanyakan kita hanya jago dalam hal menghabiskan uang. Ujung-ujungnya, kita kehabisan uang dan mengalami kesulitan dalam hidup. Nah, untuk menghindari hal tersebut terjadi berulang kali, sangat diperlukan yang namanya pengelolaan keuangan.
Selain itu, pengelolaan keuangan yang baik dapat mengantarkan kita pada tahap financial freedom atau kebebasan finansial. Singkatnya, itu adalah tahap di mana kita gak perlu lagi memikirkan masalah keuangan untuk mendapatkan apa yang kita mau dalam hidup.
Ya, tentunya mendapatkan hal-hal yang bisa kita beli. Perlu diingat, gak semua yang kita inginkan bisa dibeli dengan uang. Tetapi, satu yang pasti adalah dengan memiliki uang berlimpah kita bisa membuat hidup jadi jauh lebih mudah dibandingkan saat kita miskin.
Kondisi keuangan kadang gak semulus rencana keuangan. Terkadang ada kondisi yang membuat kita mengharuskan mengeluarkan uang lebih dibandingkan rencana. Kadang juga ada rejeki berlebih di luar rencana. Bisa menguntungkan, bisa juga merugikan.
Sejumlah koreksi dan evaluasi keuangan perlu dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Hal ini tentunya agar kondisi finansial dan perekonomian kamu bisa semakin baik lagi dari waktu dan waktu. Meskipun membutuhkan kesabaran dan ketekunan, namun evaluasi keuangan bisa membuat kondisi keuanganmu jadi lebih baik.
Manfaat Evaluasi Keuangan
Nyaris mustahil seseorang dapat mencapai kebebasan finansial tanpa pengelolaan keuangan yang baik. Kecuali kamu adalah anak sultan yang meskipun menghambur-hamburkan uang dan foya-foya, uang tetap mengalir ke rekeningmu. Tapi, tentu pembaca artikel ini bukan orang seperti itu kan.
Melakukan koreksi dan evaluasi keuangan ini sangat dibutuhkan jika kamu memiliki tujuan dan target keuangan tertentu. Kamu dapat mengetahui kesalahan-kesalahan apa yang kamu lakukan dalam pengelolaan keuangan.
Contohnya, kamu memiliki target tabungan sebesar Rp 30 juta di bulan ke-6 tahun 2021. Namun faktanya tabungan kamu hanya terkumpul Rp 20 juta. Nah, dengan evaluasi keuangan kamu bisa melakukan pengecekan kira-kira hal apa saja yang membuat kamu gagal mencapai target keuangan.
Jangan sampai kesalahan ini terus terjadi berlarut-larut sehingga membuat tujuan kamu jadi semakin lama tercapainya. Selain itu, evaluasi keuangan juga bisa mengukur apakah target-target keuangan yang kamu inginkan ini realistis atau terlalu muluk.
Apakah kamu terlalu boros? Apakah pendapatan kamu terlalu kecil untuk mencapai target keuangan? Ataukah kamu terlalu impulsif sehingga sulit untuk menahan diri dalam mengelola keuangan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat terjawab ketika kamu melakukan evaluasi keuangan.
Kapan Kamu Perlu Melakukan Evaluasi Keuangan?
Idealnya, kamu perlu melakukan evaluasi keuangan setahun dua kali dengan merekap semua pengeluaran dan pemasukan kamu per enam bulan. Namun, kamu perlu laporan keuangan untuk melakukan evaluasi keuangan.
Jika kamu sudah berencana untuk melakukan pengelolaan keuangan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat laporan keuangan. Catat semua pengeluaran dan pemasukan. Karena evaluasi keuangan hanya bisa dilakukan jika kamu memiliki laporan keuangan.
Berikut kondisi yang membuat kamu wajib melakukan evaluasi keuangan:
1. Gak Punya Laporan Keuangan
Kalau kamu ada di posisi ini, maka segera lakukan evaluasi keuangan sebelum terlambat. Untuk dapat mengelola keuangan dengan baik, laporan keuangan adalah hal pertama dan utama yang wajib kamu miliki. Tanpa laporan keuangan, kamu gak bisa tahu kemana saja pengeluaranmu. Dan, kamu gak bisa melakukan evaluasi apa-apa tanpa laporan keuangan.
2. Gak Punya Dana Darurat
Ketika kamu dilanda musibah dan gak punya tabungan untuk menanggulanginya, artinya kamu gak punya dana darurat yang bisa jadi solusi untuk kebutuhan mendadak. Kalau belum bisa menyisihkan dana untuk investasi, paling nggak sisihkan gaji kamu untuk dana darurat, ya!
3. Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan
Kalau setiap tanggal tua kamu sampai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makan dan transportasi, sudah jelas ada yang salah dari cara kamu mengelola keuangan.
4. Gali Lubang, Tutup Lubang
Kamu tentu tahu kan istilah ini? Kalau kamu berhutang hanya untuk membayar hutang yang lain, maka kamu harus segera membenahi cara kamu mengelola keuangan.
Segera lakukan evaluasi keuangan jika kamu termasuk dalam empat tahap di atas. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka kondisi keuangan akan semakin berantakan dan semakin sulit untuk membenahinya.
Mengukur Pencapaian Finansial

Kegunaan evaluasi keuangan yang terutama adalah untuk mengukur pencapaian finansial kita. Apa saja aspek finansial yang perlu diukur dalam evaluasi keuangan? Simak poin-poin di bawah ini:
1. Menghitung Rasio Utang
Berhutang itu gak melulu buruk jika yang kamu miliki adalah utang produktif. Apa itu utang produktif? Artinya, kamu meminjam uang untuk melakukan kegiatan produktif yang bisa menghasilkan uang lagi. Contohnya seperti meminjam uang untuk modal usaha. Ini bukanlah sebuah utang yang buruk.
Nah, sebisa mungkin hindari lah utang konsumtif. Artinya, utang yang gak menghasilkan uang. Contohnya seperti meminjam uang untuk membeli handphone baru atau barang apapun.
Hitunglah rasio utangmu agar kesehatan finansial tetap terjaga. Ingatlah bahwa, bahkan penghasilan yang paling besar sekalipun gak akan menjamin keuanganmu bisa selalu sehat jika kamu tak cukup cakap dalam mengelolanya.
Berapa jumlah utang yang saat ini masih harus ditanggung? Berapa jumlah yang masih harus ditanggung untuk tahun depan? Utang apa saja? Contohnya seperti kredit rumah, kredit kendaraan hingga modal usaha.
Peraturan penting yang perlu diingat adalah rasio utangmu gak boleh melebihi 30 persen dari total pendapatan bulananmu. Dengan demikian, kamu akan harus melakukan sejumlah penyesuaian antara keinginan, kebutuhan, jumlah penghasilan dan perencanaan keuangan yang terperinci dan signifikan.
Segera ubah keadaan kalau rasio utangmu sudah lebih besar dari 30 persen total penghasilanmu. Alih-alih sehat, bisa-bisa keuanganmu malah jadi berantakan dan mengalami kebangkrutan. Segera antisipasi hal tersebut jika sudah terjadi.
2. Menghitung Jumlah Tabungan
Hitunglah seberapa besar jumlah uang yang berhasil kamu kumpulkan selama ini. Termasuk juga jumlah total seluruh uang yang ada di dalam setiap rekening bank hingga tabungan uang koin recehan di dalam celengan.
Adakah uang tabungan yang terpakai tanpa disengaja? Jika ya, berapa jumlahnya? Kapan bisa diganti? Dari mana kamu akan mendapatkan uang gantinya? Berapa total sisa tabunganmu? Apakah sudah sesuai target?
Idealnya, tetapkan sejumlah target tabungan untuk disisihkan setiap tahunnya. Dengan demikian, kamu bisa melakukan evaluasi keuangan pribadimu selama setahun ini. Apakah semua sudah berjalan sesuai rancangan atau belum. Temukan letak kendalanya dan lakukan cara yang lebih baik dalam mengatur keuanganmu mulai bulan depan.
3. Menghitung Pertumbuhan Aset
Kalau kamu sudah mulai berinvestasi, maka pertumbuhan aset perlu dicek secara berkala saat evaluasi keuangan. Catat aset apa saja yang telah berhasil kamu kumpulkan dalam setahun belakangan ini. Berapa jumlah totalnya?
Buat daftar investasi keuanganmu dalam bentuk aset ini. Contohnya seperti tabungan, perhiasan, emas, properti, saham, cryptocurrency dan lain sebagainya.
Catat juga apa saja yang sudah bertumbuh atau malah mengalami kerugian dan hilang. Selain itu, kamu juga bisa mengetahui apa saja aset yang bertambah banyak. Pelajari polamu dalam mengumpulkan aset. Pelajari juga bagaimana cara dan strategi yang selama ini kamu lakukan.
Buatlah resolusi baru untuk 6 bulan berikutnya berdasarkan hasil evaluasi keuangan ini. Pastikan berikutnya asetmu semakin bertumbuh dan bertambah pesat. Bagaimana caranya? Cari tahu, temukan dan pelajari.
4. Catat Tujuan Keuangan yang Sudah Tercapai
Dalam evaluasi keuangan, kamu juga perlu untuk mencatat pencapaian-pencapaian keuanganmu. Misalnya, pada tahun ini kamu sudah berhasil melunasi cicilan kendaraan, kamu berhasil mengumpulkan Rp 30 juta, kamu berhasil membeli aset dan lain sebagainya.
Hal ini berguna untuk memastikan disiplin diri yang kamu terapkan dalam mengelola keuangan membuahkan hasil yang baik. Penghargaan terhadap diri sendiri juga sangat berguna dalam mengelola keuangan.
Setelah ada beberapa tujuan yang sudah tercapai, kamu juga bisa memasang dan mencatat target berikutnya yang ingin kamu capai berikutnya.
5. Hitung Dana Pensiun dan Dana Darurat
Mungkin kamu berpikir, saat ini usiamu masih produktif dan waktu pensiunmu masih lama. Tapi, ingatlah bahwa tak selamanya kamu selalu berada dalam kondisi yang sehat dan produktif.
Bagaimana jika kemungkinan terburuknya kamu terkena sakit penyakit dan harus pensiun dini sedangkan dananya pun belum tersedia? Kamu pasti ingin bukan menikmati hari tua tanpa harus pusing memikirkan uang?
Dana pensiun dan dana darurat (emergency fund) tentu tak serta merta muncul begitu saja atau turun dari langit tiba-tiba. Kamu perlu mulai menyisihkan dan membentuknya sejak dini, sesegera mungkin. Sekarang juga.
Intinya, semakin besar dana cadangan—baik pensiun maupun darurat yang kamu punya, semakin aman posisimu di dalam keuangan. Dengan demikian, berbagai kebutuhan terutama menyangkut dana pensiun dan darurat ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya sewaktu dibutuhkan.
Kamu tentu ingin membantu dirimu di masa tua dengan menyisihkan dana yang dibutuhkan. Gak ada bentuk self-protection dan self-care yang lebih baik lagi selain menciptakan dana ini sesegera mungkin.
Terlepas dari apakah kamu seorang karyawan, pengusaha, atau bahkan seorang pekerja lepas sekalipun, sangat penting untuk memperhatikan hal ini demi tercapainya kebebasan finansial yang didambakan.
Apakah sebelumnya kamu pernah melakukan evaluasi keuangan? Jika belum, yuk dimulai sejak tahun ini. Semakin cepat kamu disiplin dalam melakukan pengelolaan keuangan, maka semakin cepat juga target keuangan dan kebebasan finansial bisa tercapai.
Simak terus blog dan Instagram Dompet Kilat untuk mendapatkan informasi seputar dunia kerja, keuangan, ekonomi, bisnis dan lain sebagainya. See you on the top!

