Seputar Perencanaan Keuangan dan Serba-Serbi yang Perlu Kamu Ketahui!

5 min read
perencanaan keuangan sangat penting untuk dilakukan untuk mencapai tujuan

Image by Steve Buissinne from Pixabay

Sobat Kilat pasti paham betul kalau hidup butuh biaya. Apa lagi kalau kamu memiliki banyak keinginan dan cita-cita yang dalam hidup, seperti contoh menikah, melanjutkan studi, memiliki mobil, rumah, jalan-jalan ke luar negeri dan lain sebagainya. Semua itu membutuhkan biaya yang tidak kecil. Oleh karena itulah diperlukan perencanaan keuangan.

Dengan perencanaan keuangan, kamu bisa membedakan mana yang menjadi keinginan dan mana yang memang merupakan kebutuhan. Daniel Kahneman, penemu ilmu behavioral economics atau ekonomi perilaku, mengatakan bahwa kebanyakan perilaku ekonomi manusia itu didasarkan oleh hal-hal yang tidak rasional.

Nah, hal ini dapat menjadikan prioritas-prioritas yang kita inginkan dalam hidup menjadi terabaikan. Misalnya, kamu sudah memiliki target untuk memiliki mobil pribadi di usia 25. Salah satu caranya adalah dengan menyisihkan uang sesuai dengan harga mobil yang kamu beli.

Persoalannya, karena tidak rasional, fokus manusia seringkali berubah ketika ada hal-hal yang menggoda di depan mata. Pernahkah Sobat Kilat mengalaminya? Sudah susah-susah menabung untuk suatu hal, tapi tergoda oleh hal lain yang menguras tabungan.

Atau mungkin tanpa kamu sadari gaji yang bisa hidup dari bulan ke bulan tiba-tiba habis dan kamu bingung kemana larinya semua uang yang kamu dapatkan? Tenang, kamu tidak sendirian.

Tanpa perencanaan keuangan yang matang, godaan-godaan seperti ini dapat membuat prioritas tujuan kamu malah tidak tercapai. Padahal, sebelumnya sudah dipikirkan baik-baik secara rasional apa saja yang ingin kamu raih di kemudian hari. Namun, faktanya memang manusia tidak terlalu rasional dalam kegiatan ekonomi.

Apa itu Perencanaan Keuangan?

Perencanaan keuangan adalah sebuah proses di mana seseorang berusaha memenuhi berbagai tujuan finansial berdasarkan rencana keuangan yang sudah dibuat. Secara sederhana, perencanaan keuangan mengacu pada proses pengaturan pendapatan, pengeluaran, aset dan berbagai kebutuhan pribadi untuk memenuhi tujuan finansial tertentu.

Proses perencanaan keuangan ini adalah proses yang berkelanjutan. Sebab, begitu satu tujuan terpenuhi, manusia pada umumnya akan memiliki tujuan-tujuan selanjutnya untuk dipenuhi. Tidak menutup kemungkinan kalau kamu ingin mewariskan sesuatu pada anak-anak kamu kelak agar tidak perlu susah-susah menjalani hidup seperti kamu. Ini adalah pemikiran wajar manusia.

Mengapa Perencanaan Keuangan Penting?

Selama hidup manusia pasti memerlukan biaya. Baik untuk sekedar bertahan hidup seperti makan, minum, memiliki tempat tinggal dan lain sebagainya ataupun untuk menikmati hidup dengan membeli barang-barang yang jadi hobi kamu, jalan-jalan ke luar negeri, membeli mobil impian atau menikmati hari tua tanpa pusing-pusing memikirkan biaya.

Karena semuanya itu membutuhkan biaya, maka hal yang paling masuk akal adalah dengan melakukan perencanaan keuangan. Sebab, pemasukan yang bisa kita hasilkan pasti terbatas. Nah, untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut maka pemasukan yang kita miliki harus diatur sedemikian rupa untuk memenuhi tujuan hidup.

Pada akhirnya, perencanaan keuangan dapat mengantarkan kamu untuk mencapai financial freedom yang diidam-idamkan setiap orang.

Financial freedom adalah kondisi di mana semua keinginan dan kebutuhan kamu sudah terpenuhi, bahkan sampai kebutuhan-kebutuhan di masa depan. Lebih baik lagi jika kondisi keuangan kamu dapat membantu banyak orang yang membutuhkan, seperti melakukan donasi rutin, membangun lembaga amal dan lain sebagainya. Singkatnya, menjadi filantropis.

Oke, jangan terlalu mengkhayal untuk bisa menjadi filantropis seperti Bill Gates, Warren Buffet, Elon Musk dan lain sebagainya, walaupun hal itu mungkin. Cukup membayangkan bahwa perencanaan keuangan dapat membantu kamu mencapai tujuan-tujuan yang kamu inginkan dan menikmati hari tua yang layak.

Dari penjelasan singkat ini, tentunya kamu memahami bukan apa pentingnya perencanaan keuangan? Toh, ini bukan pelajaran yang kompleks dan sulit untuk dipahami. Sebab, yang sulit dari perencanaan keuangan adalah prakteknya, bukan pengetahuannya.

Apa Saja yang Dibutuhkan?

Ilmu perencanaan keuangan adalah ilmu yang lebih sulit dipraktekkan daripada dipahami. Berbeda dari ilmu-ilmu sains yang memahami teorinya saja butuh konsentrasi dan fokus yang ekstra.

Seperti rencana-rencana pada umumnya, perencanaan keuangan membutuhkan beberapa elemen yang diantaranya adalah:

  • Tujuan Finansial yang Ingin Dicapai

Kamu harus menuliskan tujuan finansial apa saja keinginan yang ingin kamu capai. Setelah itu tulis harga dari tujuan tersebut, lalu hitung penghasilan kamu dikurangi dengan kebutuhan hidup harian. Inilah yang mungkin bisa kamu alokasikan untuk tabungan.

  • Laporan Keuangan Pribadi

Setelah memiliki tujuan, kemudian kamu harus mencatat semua pengeluaran yang kamu lakukan sampai hal terkecil. Dari laporan ini kemudian bisa diperoleh data berapa pengeluaran yang kamu perlukan dalam satu bulan. Kamu bisa juga mencoret pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting atau bisa kamu minimalisir.

  • Jangka Waktu yang Dibutuhkan

Kalau kamu sudah memiliki data tentang pengeluaran per bulan. Kamu sudah bisa memprediksi dan memperkirakan berapa lama waktu untuk mencapai tujuan yang sudah kamu tentukan. Jika kamu menginginkan hal tersebut dalam waktu yang lebih singkat, kamu perlu memutar otak lagi untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

  • Sumber Daya Finansial

Ini adalah salah satu elemen terpenting. Perencanaan keuangan tentu membutuhkan uang untuk diatur. Tanpa ada uang, apa yang mau diatur? Kamu harus memikirkan tentang sumber daya ini, seperti gaji, pendapatan tambahan, keuntungan usaha, dividen saham, aset dan masih banyak lagi. Sumber daya finansial sangat berpengaruh terhadap perencanaan keuangan yang kamu buat nantinya.

  • Faktor Risiko

Ketika membuat perencanaan keuangan, kamu perlu juga untuk memperhitungkan semua risiko yang datang dengan rencana tersebut. Faktor risiko erat kaitannya dengan sumber daya finansial. Seandainya sumber daya finansial kamu hanya datang dari gaji bulanan, maka faktor risikonya adalah jika suatu saat nanti dipecat dari pekerjaan tersebut.

Ini adalah lima elemen yang sangat penting dan berpengaruh satu dengan lainnya. Satu elemen saja dihilangkan, maka perencanaan keuangan tidak akan tersusun dengan sempurna.

Manfaat Perencanaan Keuangan

Ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari perencanaan keuangan. Nah, berikut ini manfaat menurut tim Dompet Kilat:

1.  Melakukan Penghematan

Seperti yang sudah disebutkan di awal tulisan, manusia pada dasarnya tidak rasional termasuk dalam aktivitas ekonomi. Kita sangat mungkin tergoda oleh hal-hal yang situasional. Dengan perencanaan keuangan, kamu bisa menjaga dengan ketat keuanganmu agar tidak tergoda dengan hal-hal yang membuat kamu melenceng dari tujuan.

Sebanyak apapun uang yang kamu miliki, jika kamu tidak berhemat maka pasti akan habis juga. Alhasil, tujuan yang ingin kamu capai malah terabaikan. Perencanaan keuangan membuat kamu bisa menentukan prioritas alias hemat. Ingat, hemat tidak sama dengan pelit.

2.  Sebagai Arahan Mengelola Keuangan

Tujuan finansial bukan hanya sekedang angan-angan. Tujuan dapat dicapai dengan langkah-langkah dan arah yang terukur. Contohnya begini, kalau kamu ingin pergi ke satu tujuan tertentu dan belum tahu jalannya, maka kamu memerlukan peta.

Thanks to technology, sekarang kamu tinggal buka aplikasi Google Maps dan mengetikkan alamat tujuan. Nanti, Google Maps akan mengarahkan kamu ke tempat tujuan.

Nah, begitu juga dengan tujuan hidup yang pastinya perlu biaya. Kamu membutuhkan peta atau arahan agar bisa mencapai tujuan. Salah satunya adalah dengan rencana keuangan, sehingga kita bisa mengikuti arahan sesuai dengan tujuan yang sudah kita tentukan sebelumnya.

3.  Memaksimalkan Sumber Daya Finansial

Memaksimalkan sumber pendapatan bisa dilakukan dengan memperbaiki arus kas keuangan pribadi. Arus kas adalah pencatatan uang yang masuk dan keluar setiap harinya. Dengan demikian kamu akan menyadari bagaimana caramu menggunakan uangmu selama ini.

Jika kamu rajin mencatat arus uangmu, maka kamu akan tahu pengeluaran apa saja yang paling besar dan mana pengeluaran yang bisa kamu pangkas. Ini ada hubungannya dengan skala prioritas dan penghematan.

4.  Memiliki Dana Darurat

Kalau kamu sudah hidup dengan arahan rencana keuangan yang sudah kamu tentukan, bisa dipastikan kamu juga memiliki tabungan yang ditujukan untuk membeli sesuatu yang sudah kamu rencanakan atau mungkin menjadi tujuan hidupmu.

Kalau kamu memiliki tabungan, maka kamu perlu mempersiapkan pos untuk dana darurat dalam rencana keuanganmu. Tidak ada yang pasti dalam hidup ini. Pekerjaan yang menghasilkan pendapatan bulanan untukmu bisa saja sewaktu-waktu hilang entah karena kamu dipecat atau perusahaannya bangkrut.

Dana darurat dibutuhkan untuk menyambung hidup kalau saja situasi-situasi tersebut terjadi dan mengganggu perencanaan keuanganmu. Bisa jadi nanti kamu sakit dan perlu biaya atau mungkin membiayai orang tua. Nah, agar tidak mengganggu arus kas keuanganmu, maka dana darurat dibutuhkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan ini.

5.  Memulai Investasi

Investasi adalah salah satu cara untuk menambah sumber daya finansial. Dalam perencanaan keuangan, kamu juga perlu menyediakan pos untuk investasi. Dengan berinvestasi, kamu bisa membuat uang bekerja untukmu. Namun, investasi juga memiliki risikonya masing-masing.

Tetapi, daripada uang tabunganmu nilainya semakin berkurang karena banyak faktor seperti inflasi, lebih baik kamu menginvestasikan uang tabunganmu tersebut agar tujuan finansialmu lebih cepat tercapai.

Pada artikel sebelumnya, tim Dompet Kilat sudah memberikan informasi tentang instrumen apa saja yang bisa digunakan untuk berinvestasi. Salah satunya adalah dengan berinvestasi di fintech peer-to-peer lending seperti Dompet Kilat.

6.  Mewujudkan Impian

Ya, pada akhirnya perencaan keuangan dapat membuat kamu mewujudkan impian-impianmu. Ada sebuah peribahasa: “Berakit-rakit kita ke hulu, berenang kita ke tepian. Bersakit dahulu, bersenang kemudian.”

Ini adalah peribahasa yang paling tepat menggambarkan perencanaan keuangan. Kita harus strict terhadap rencana keuangan agar bisa dapat merasakan manfaatnya dan mewujudkan impian yang selama ini diinginkan.

Perencanaan keuangan menjadi sangat penting kalau kamu ingin berinvestasi
Perencanaan keuangan menjadi sangat penting kalau kamu ingin berinvestasi

Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan. Tetapi, uang dapat mengantarkan kita terhadap kebahagiaan. Sebuah riset yang dilakukan oleh Princeton University menemukan bahwa kebahagiaan secara umum meningkat ketika orang memiliki pendapatan US$ 75.000 per tahun.

Rata-rata orang yang memiliki penghasilan per tahun di bawah angka US$ 75.000 cenderung tidak bahagia. Semakin sedikit jumlah penghasilannya, semakin menderita orang tersebut. Namun, orang yang memiliki penghasilan lebih dari US$ 75.000 per tahun tidak mengalami peningkatan kebahagiaan.

Apa yang bisa diperoleh dari riset tersebut? Artinya untuk dapat bahagia, manusia perlu memiliki kondisi keuangan yang sehat sehingga mencukupi setiap kebutuhannya. Namun, memiliki banyak uang dan dapat membeli apapun ternyata tidak memberikan dampak signifikan terhadap kebahagiaan.

Ya, mungkin angka US$ 75.000 terlalu tinggi untuk ukurang orang Indonesia. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor biaya hidup di Amerika Serikat tempat riset ini dilakukan sangat tinggi. Belum ada penelitian serupa yang dilakukan di Indonesia, namun hasil penelitian ini bisa dijadikan pelajaran bahwa pada titik tertentu uang memang dibutuhkan untuk mencapai kebahagiaan.

Nah, bagaimana menurut Sobat Kilat? Apakah kamu sudah siap untuk membuat perencanaan keuangan dan hidup sesuai arahan? Atau menurut kamu lebih baik hidup mengalir saja tanpa rencana?

Penulis: Fadhel Yafie

Referensi:

Blueshore Financial | Ten reasons why financial planning is important

Center for Health and Well-being, Princeton University (2010) | High income improves evaluation of life but not emotional well-being.

Forbes (2019) | Importance of Financial Planning

Insider Health (2020) | Money can buy happiness: Here’s how much you need and how to spend it, according to a financial therapist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © PT Indo Fin Tek 2016 - 2021