Tips Tetap Produktif Selama Bekerja dari Rumah (WFH)

4 min read
Tetap produktif saat WFH

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Sudah setahun lebih pandemi Covid-19 terjadi, belum juga ada tanda-tanda akan berakhir. Banyak masyarakat kita tak lagi asing dengan istilah WFH atau “Work From Home” atau bekerja dari rumah. Banyak perusahaan mengadopsi kebijakan WFH untuk karyawannya guna memutus mata rantai penularan virus.

Kebijakan WFH ini mendapat respon yang berbeda dari karyawan yang menjalankannya. Ada yang suka dan ada juga yang lebih memilih untuk datang ke kantor untuk bekerja. Jakarta Property Institute melakukan survei terkait pola kerja yang diinginkan masyarakat setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Nah, 55,6 persen memilih kombinasi bekerja di kantor dan di rumah atau WFH. Banyak dari mereka yang berpendapat bahwa kerja dari rumah sama efektifnya dengan di kantor. Namun, mereka juga masih menginginkan bersosialisasi dengan rekan kerjanya sehingga masih harus datang ke kantor.

28,9 persen responden yang disurvei memilih waktu sepenuhnya bekerja dari rumah. Menurut riset dari Microsoft, pekerja dengan kepribadian tertutup atau introvert biasanya bekerja lebih baik di rumah dan lebih memilih sepenuhnya bekerja di rumah. Sedangkan, pekerja ekstrovert kesulitan mencapai kinerja maksimal saat WFH.

Hanya 8,6 persen responden survey yang ingin sepenuhnya bekerja di kantor. Sisanya, yaitu 6,9 persen memilih tetap bekerja di luar rumah karena bergerak di sektor komersial yang tidak memungkinkan bisa bekerja dari rumah atau WFH.

Masalah Bekerja dari Rumah atau WFH

Microsoft dan TechRepublic Premium mengingatkan lima masalah yang perlu diwaspadai pada karyawan dan manajemen perusahaan yang melakukan pekerjaan dari rumah atau WFH.

1.      Risiko Burnout

Untuk kalian yang belum tahu, burnout adalah kondisi kelelahan mental dan fisik yang disebabkan oleh kehidupan profesional seseorang. Karena bekerja dari rumah, karyawan maupun perusahaan seringkali lupa waktu saat bekerja karena tidak adanya jam masuk kantor dan jam pulang kantor.

Bahkan, panggilan atau rapat seringkali terjadi sampai larut malam. Hal ini dimungkinkan karena adanya kemudahan komunikasi yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Hal ini perlu diwaspadai oleh karyawan maupun perusahaan.

Sebab, burnout bukan hanya dapat mengakibatkan sakit fisik maupun mental. Namun, burnout juga dipastikan dapat menurunkan kinerja karyawan.

2.      Pengukuran Kinerja Karyawan

Tanpa adanya sosialisasi secara langsung di kantor, karyawan maupun perusahaan perlu mengkaji kembali cara mengukur kinerja pegawai meskipun dari jarak jauh. Bagaimana pun, perkembangan karier adalah satu hal yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja karyawan.

Mereka yang bekerja dengan baik dapat diberikan reward berupa bonus dan kenaikan jabatan sehingga karyawan merasa diapresiasi dengan baik sesuai dengan kerja keras yang dilakukannya. Begitu pula dengan karyawan yang underachievement. Perlu ada punishment atau teguran agar karyawan tersebut bisa kembali ke performanya.

3.      Fleksibilitas dan Empati

Perusahaan dan karyawan perlu menerapkan fleksibilitas dan empati. Riset menunjukkan, hampir setengah atau 47 persen orang yang bekerja dari rumah melaporkan gangguan teknis pekerjaan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Mulai dari gangguan koneksi internet hingga karyawan yang belum terlalu fasih menggunakan teknologi terbaru. Manajemen atau tim perlu membantu para karyawan tersebut untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari gangguan saat bekerja.

4.      Kesiapan Teknologi

Karena tidak semua orang bisa menggunakan teknologi dengan handal, karyawan dan perusahaan harus mau meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan agar kondisi bekerja dari rumah atau WFH tetap efektif.

5.      Unsur Sosial

Perusahaan perlu memasukkan unsur sosial pada karyawan yang bekerja dari rumah atau WFH. Sebab, manajemen juga perlu berfokus pada kebijakan dan budaya perusahaan. Karyawan juga perlu melakukan sosialisasi pada rekan kerjanya, tidak hanya berhubungan saat sedang ada kerjaan.

Nah, itulah lima masalah yang kerap terjadi pada perusahaan yang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH menurut hasil penelitian dari Microsoft dan TechRepublic Premium.

Tips Bekerja dari Rumah dengan Produktif

tetap produktif saat WFH

Bekerja dari rumah atau WFH memang tidak menurunkan produktivitas kita, asalkan kita menjalankannya dengan benar. Penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan sebanyak 78 persen pekerja yang melakukan WFH tetap bisa produktif.

Bagaimana caranya agar tetap bisa produktif? Tim Dompet Kilat akan merangkup tips tetap produktif meskipun WFH dari Center for Creative Leadership

1.      Tetapkan Jadwal

Salah satu hal yang paling sulit dalam bekerja dari rumah adalah manajemen waktu. Oleh karena itu, menetapkan jadwal adalah hal yang sangat penting agar bisa tetap produktif. Contohnya, kamu bisa membuat jadwal untuk bekerja, istirahat, makan, bermain bersama keluarga dan lain sebagainya.

Berikan porsi-porsi waktu yang tepat untuk melakukan hal-hal di atas. Jika kamu bisa melakukan manajemen waktu yang baik, maka bekerja dari rumah malah bisa meningkatkan produktivitasmu!

2.      Berdandan dan Berpenampilan Rapi

Meskipun kamu tidak secara langsung bertemu rekan kerja, secara psikologis akan sulit untuk tetap produktif jika kamu masih menggunakan pakaian tidur. Dengan berdandan dan berpenampilan rapi, kamu secara psikologis berada dalam kondisi yang siap bekerja. Kondisi ini bisa meningkatkan produktivitas kamu dalam bekerja.

Berdandan dan berpenampilan rapi juga bisa jadi pembeda di saat kamu bekerja dan saat kamu di rumah. Jika pekerjaanmu sudah selesai, kamu bisa ganti baju dengan pakaian yang lebih santai. Hal ini juga dapat membantu kamu dalam manajemen waktu yang lebih baik.

3.      Gunakan Aplikasi Tracker atau Project Management Tools

Perkembangan teknologi dalam urusan pekerjaan saat ini sudah cukup maju. Banyak sekali aplikasi-aplikasi project management yang bisa kamu manfaatkan untuk menambah produktivitas saat WFH. Selain itu, aplikasi project management juga memudahkan kita dalam berkomunikasi dan bekerja sama bersama tim ketika mengerjakan project bersama.

Nah, dengan aplikasi ini kamu juga bisa melihat siapa saja yang berkontribusi dan apa saja yang harus kamu kerjakan sesuai dengan rencana awal agar project bersama cepat selesai. Kamu juga bisa melihat sejauh mana progress project bersama ini sudah berjalan,

4.     Komunikasi Lancar

Cara berkomunikasi setiap tim dan perusahaan memang berbeda-beda. Ada yang setiap hari harus melakukan virtual meeting untuk laporan apa saja yang ingin dikerjakan hari ini dan lain sebagainya. Namun, bagaimanapun komunikasi adalah kunci penting untuk produktif saat bekerja secara remote atau WFH.

Jika kamu bisa bekerja dari rumah, diasumsikan kamu pasti memiliki koneksi internet yang cukup baik untuk melakukan pekerjaan dari jarak jauh. Oleh karena itu, tidak ada alasan jika lambat dalam berkomunikasi. Meskipun bekerja dari rumah, bukan berarti kamu boleh bersantai dan leha-leha. Tanggung jawab bekerja harus dilakukan.

Paling minimal, kamu tidak sulit dihubungi jika memang ada suatu hal terkait pekerjaan yang harus dikomunikasikan dan dieksekusi dengan cepat.

5.      Mengatur Tempat Kerja

Memiliki tempat bekerja di rumah merupakan ide yang baik saat melakukan WFH. Di tempat ini, kamu bisa membedakan tempat untuk bekerja dan tempat bersantai di rumah. Dengan adanya tempat khusus untuk bekerja, kamu bisa menyeimbangkan antara bekerja dan menjadi bagian dari keluarga di rumah.

Tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk tempat kerja. Kecuali kalau kamu ingin mendesain secara khusus sesuai selera dan kantong. Tapi, yang paling penting kamu hanya butuh meja, kursi, colokan dan pencahayaan yang baik untuk bisa melakukan virtual meeting dengan layak.

6.      Membatasi Distraksi

Salah satu tantangan terbesar saat bekerja dari rumah atau WFH adalah distraksi. Nah, distraksi ini bisa datang dengan berbagai cara. Mungkin saja kamu tergoda untuk berbaring lagi di kasur yang empuk, atau menyaksikan serial favorit di Netflix atau malah menonton cuplikan-cuplikan lucu di YouTube. Hal ini merupakan distraksi yang harus kamu batasi.

Belum lagi jika kamu punya anak kecil dan harus ditemani dalam belajar dan bermain. Perlu ada kesepakatan dengan penghuni keluarga yang lain untuk membuat aturan guna mengatur batas distraksi ini. Hal ini diperlukan agar kamu bisa menyeimbangkan antara bekerja dan menjadi keluarga di rumah sekaligus tidak menurunkan produktivitas.

7.     Cobalah Berjalan Kaki

Saat WFH, kamu memang tidak perlu banyak berjalan kaki menuju kantor. Bangun tidur, langsung membuka laptop dari atas kasur pun bisa langsung bekerja. Namun, berjalan kaki ternyata memiliki efek yang baik untuk kesehatan.

Berjalan kaki dapat memberikan kamu waktu untuk berpikir, menjernihkan isi kepala, melancarkan peredaran darah sebelum kamu memulai kerja. Bekerja dari rumah jangan sampai membuat kamu malas untuk bergerak, sebab bukan hanya produktivitas yang menurun. Kondisi kesehatan juga bisa menurun kalau jarang bergerak.

Ya itulah lima tips yang bisa diterapkan kalau Sobat sedang bekerja dari rumah atau WFH. Kalau dipikir-pikir, cukup banyak manfaat ketika bekerja dari rumah, khususnya dalam hal efisiensi biaya dan waktu. Tidak perlu lagi pusing memikirkan macetnya jalanan dan biaya yang harus keluar untuk ongkos dan makan.

Namun, kamu juga memerlukan strategi yang tepat agar bekerja dari rumah atau WFH bisa tetap produktif. Simak terus blog dan sosial media Dompet Kilat untuk mendapatkan informasi seputar dunia keuangan, bisnis, ekonomi dan lain sebagainya!

Penulis: Fadhel Yafie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © PT Indo Fin Tek 2016 - 2021 | Newsphere by AF themes.