DK Blog

Dompet Kilat Blog

7 Baby Steps a la Dave Ramsey Menuju “Financial Freedom”

4 min read

Cara cepat untuk mencapai financial freedom itu mudah: Jangan mengeluarkan uang.

Bercanda. Mana mungkin bisa hidup tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Kecuali kalau Sobat Kilat adalah anak sultan. Tapi, anak sultan pun masih perlu mengeluarkan uang untuk berbelanja hal-hal yang mereka sukai.

Kalau kamu orang biasa yang ingin merasakan financial freedom, seorang pakar personal finance, Dave Ramsey merekomendasikan 7 langkah bayi yang dapat dipraktekkan oleh semua orang.

Pertama, apa itu financial freedom? Ini adalah kondisi di mana kamu gak punya pertimbangan keuangan dalam membeli sesuatu. Mau beli mobil? Uangnya ada. Mau menikmati masa pensiun tanpa pusing-pusing karena gak ada pemasukan? Uangnya ada. Singkatnya, apa pun yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan karena kamu punya simpanan uang.

Kedua, siapa sih Dave Ramsey? Di Amerika Serikat, Dave Ramsey merupakan sosok yang populer. Ia terkenal karena pendekatannya terhadap keuangan pribadi yang terkesan tanpa basa-basi, terutama dalam hal keluar dari lilitan hutang, menghindari hutang, serta hidup bebas secara finansial. Bisa dikatakan bahwa Dave Ramsey merupakan guru keuangan pribadi yang tersohor.

Dave Ramsey adalah orang yang berhasil keluar dari kebangkrutan senilai jutaan dolar. Dari pengalamannya kemudian ia menulis buku, menjadi host radio dan menyebarkan informasi untuk mengatur keuangan. Dave Ramsey menjadi salah satu pakar keuangan yang paling populer di Amerika Serikat.

7 Langkah Menuju Financial Freedom

Sebelum melangkah, kamu perlu mempersiapkan beberapa hal. Ibarat bayi yang ingin berjalan, maka bayi tersebut harus memiliki tulang dan massa otot yang memadai untuk membantunya berjalan.

Nah, sebelum mulai berjalan dengan langkah bayi ala Dave Ramsey, kamu harus memiliki budget atau anggaran. Kamu terlebih dulu harus punya pemasukan. Itulah tulang dan massa otot yang diperlukan untuk berjalan menuju financial freedom.

Kalau kamu belum memiliki pemasukan, coba cari cara untuk mendapatkan pemasukan. Kalau kamu sudah memiliki pemasukan, mari kita mulai:

1.  Tabung $1.000 untuk Dana Darurat

Hal ini tentunya berbeda-beda di setiap negara karena biaya hidup yang berbeda. $1.000 dolar berarti sekitar Rp. 14 juta rupiah. UMR di Amerika Serikat ada di angka $7,25 per jam. Singkatnya, dalam sebulan kerja orang Amerika Serikat yang bergaji UMR mendapatkan $1.275. Artinya, tahap awal dana darurat adalah sekitar 80% dari gaji UMR.

Kita ambil contoh yang lebih dekat, UMR di Jakarta pada tahun 2020 ada di angka Rp. 4.276.349. Kalau mengikuti prinsip dari Dave Ramsey, maka langkah bayi pertama yang harus dilakukan adalah mempunyai tabungan sebesar Rp. 3,4 juta.

Dana darurat sebesar Rp. 3,4 juta, diasumsikan kita dapat bertahan hidup selama sebulan untuk memenuhi kebutuhan dasar kita. Dalam survei yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD), hanya 18% orang Indonesia yang memiliki dana darurat untuk bertahan hidup selama sebulan jika kehilangan sumber pendapatan. Mayoritas orang Indonesia (46%) hanya memiliki ketahanan dana darurat untuk bertahan satu minggu.

Memiliki dana darurat ini menjadi sangat penting karena kita gak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Misalnya kamu jatuh sakit dan butuh pengobatan, barang elektronik vital di dalam rumah rusak, kendaraan tiba-tiba rusak dan lain sebagainya. Hal-hal ini membutuhkan uang, oleh karena itu kamu sangat perlu memiliki dana darurat untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tersebut.

2.  Lunasi Semua Hutang dengan Metode Snowball

Setelah memiliki dana darurat, Dave Ramsey dengan tegas merekomendasikan kamu untuk melunasi semua hutang. Kecuali hutang KPR rumah. Itu urusan belakangan. Cara melunasi hutangnya adalah dengan metode snowball.

Metode snowball dalam hal ini adalah dengan melunasi hutang dari yang terkecil dahulu. Metode ini sebetulnya banyak dikritik oleh pakar keuangan lainnya, karena menurut mereka yang harus dilunasi terlebih dahulu adalah hutang yang memiliki suku bunga yang tinggi.

Namun, Dave Ramsey mengatakan bahwa mengatur keuangan pribadi itu memerlukan 20% pengetahuan dan 80% kebiasaan. Kalau seseorang langsung melunasi hutang yang besar, ia akan merasa berat dan sulit menjalankannya. Makanya, Ramsey lebih memilih untuk melunasi hutang yang kecil dahulu agar menumbuhkan kebiasaan membayar hutang.

Jika sudah menjadi kebiasaan, lama kelamaan orang akan terbiasa untuk melakukan hal tersebut dan terjadilah snowball effect. Mirip dengan peribahasa sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.

3.  Menabung Hingga Memiliki Tabungan Sejumlah 3 – 6 Bulan Pemasukan

Katakan selamat tinggal pada hutang! Kalau kamu berhasil sampai di tahap ini, langkah yang harus dilakukan selanjutnya adalah kembali menabung untuk memiliki dana darurat sejumlah 3 – 6 bulan pemasukan.

Di tahap ini kamu sudah mengantisipasi seandainya kamu kehilangan pekerjaan. Dengan memiliki tabungan senilai 3 – 6 bulan gaji, diasumsikan kamu bisa aman dan bertahan hidup sembari mencari pekerjaan baru.

Kamu cukup memiliki tabungan 3 bulan gaji seandainya kamu memiliki pasangan yang juga bekerja. Namun, kalau dalam rumah tangga hanya satu orang saja yang bekerja, maka kamu perlu memiliki tabungan sejumlah 6 bulan gaji agar kehidupan masih tetap bisa berjalan normal meskipun kamu kehilangan pekerjaan.

Jangan sampai hal ini mengganggu hubungan rumah tangga mu. Suka gak suka, faktor ekonomi adalah penyebab utama terjadinya perceraian. Tentu, kamu gak mau kan hubungan rumah tanggamu hancur karena masalah ekonomi? Siapkan dana darurat adalah salah satu langkah terbaik untuk mengantisipasi hal itu terjadi.

4.  Investasikan 15% Pemasukan untuk Masa Depan

Masa depan kerap kali identik dengan masa yang masih jauh. Namun, pemikiran tersebut akan membuat kamu kesulitan di masa depan. Langkah ke-4 ini akan lebih baik jika dimulai sejak dini. Dengan berinvestasi, maka uang kamu bisa tumbuh menjadi lebih banyak.

Berinvestasi dapat dimulai jika kamu sudah memiliki dana darurat dan merasa aman. Tanpa rasa aman, pertimbangan investasimu bisa kacau karena terpengaruh dengan kondisi finansial yang buruk. Nah, ada banyak sekali instrumen investasi yang bisa kamu gunakan. Sesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

Gak ada instrumen investasi yang bisa cocok untuk semua orang. Satu hal yang penting dipahami dalam berinvestasi adalah: high risk, high return. Semakin tinggi risiko, semakin tinggi pula imbal baliknya. Waspada dengan investasi yang menawarkan imbal balik tinggi dengan risiko rendah.

Sebelumnya, tim Dompet Kilat pernah membahas instrumen investasi dengan sederhana. Silahkan simak di sini jika kamu sudah sampai tahap ini.

5.  Menabung untuk Biaya Pendidikan Anak

Semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak. Cara paling baik untuk menjamin masa depan anak adalah dengan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, kamu perlu menyiapkan biaya pendidikan anak di masa depan.

Ramsey cukup realistis dalam hal ini. Pendidikan yang berkualitas membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun, hal ini juga perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial kamu. Kalau kamu belum memiliki anak yang memasuki usia dewasa, kamu bisa menginvestasikan uang biaya anak ini pada instrumen yang relatif aman seperti reksa dana.

6.  Lunasi KPR Rumah

Oke, setelah kamu berhasil melewati tahap-tahap sebelumnya dan memiliki uang yang cukup, maka langkah selanjutnya adalah melunasi biaya KPR rumah. Setelah bertahun-tahun mencicil rumah dengan suku bunga, membuat rumahmu 100% milik kamu adalah hal yang membahagiakan. Kerja kerasmu terbayar!

Kamu gak perlu lagi membayar biaya suku bunga yang kalau dihitung-hitung cukup menyakitkan. Karena biasanya biaya KPR itu membuat kamu membayar lebih mahal dibandingkan kamu membeli dengan kontan.

7.  Membangun Kekayaan dan Beramal

Sekarang saatnya untuk menumbuhkan kekayaanmu melebihi impian terliar kamu, meskipun itu gak akan terlihat liar lagi karena kamu akan menggapainya. Dan jika kamu berhasil melakukannya, kamu akan ada dalam posisi untuk bisa memberi dan membantu orang lain yang membutuhkan.

Uang kamu gak lagi terikat pada hutang. Kamu juga sudah lepas dari kekhawatiran finansial. Kamu bisa memilih untuk memberikan uang pada siapa saja atau lembaga amal mana saja. Ini adalah tahap tertinggi dari seseorang yang memiliki kekayaan.

Perhatikan saja orang-orang terkaya di dunia, mereka semua beramal untuk membuat dunia lebih baik dari sebelumnya. Bill Gates, dengan Gates Foundationnya sudah menggelontorkan bermiliar-miliar dolar untuk membuat dunia jadi lebih baik, seperti program sanitasi di Afrika, pengembangan vaksin, pengentasan penyakit dan lain sebagainya.

Ya, itulah 7 langkah bayi yang bisa diterapkan oleh semua orang untuk menuju financial freedom. Tim Dompet Kilat yakin, siapapun kamu pasti kamu mau untuk berada dalam posisi financial freedom dan membantu orang-orang terlepas dari masalah. Ingat, uang hanyalah alat untuk mengantarkan kita mencapai tujuan.

Yang membuat orang-orang tersesat adalah ketika mereka menganggap uang sebagai tujuan sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Setelah mendapatkanya, banyak yang gak mengerti mengelolanya sehingga hanya habis begitu saja untuk tujuan-tujuan konsumtif.

Nah bagaimana Sobat Kilat? Sudah siap mempraktekkan 7 langkah bayi dari Dave Ramsey?

Penulis: Fadhel Yafie

Referensi:

Bible Money Matters | Dave Ramsey’s 7 Baby Steps Review: Is This A Debt Management Plan You Should Try?

Daveramsey.com | Dave Ramsey’s 7 Baby Steps

Lokadata (2020) | Survey OECD: Tabungan Orang Indonesia Cuma Tahan Hidup Seminggu

OECD, Financial Education (2020) | Launch of the OECD 2020 International Survey of Adult Financial Literacy

Suara.com (2020) | Masalah Ekonomi Jadi Penyebab Utama Kasus Perceraian Selama Pandemi Corona

U.S Departmen of Labor | Minimum Wage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.