Kuasai 10 Keterampilan Ini Agar Dibutuhkan di Pasar Kerja Masa Depan

5 min read
di masa depan, dunia pekerjaan membutuhkan keterampilan baru yang berbeda dengan saat ini

Kuasai 10 Keterampilan Ini Agar Dibutuhkan di Pasar Kerja Masa Depan

Kita sudah sering kali mendengar berita tentang era disrupsi atau revolusi 4.0. Saking populernya wacana ini, istilah revolusi 4.0 bahkan dijadikan bahan perdebatan calon presiden pada 2019 silam. Peradaban manusia sedang bergerak dengan sangat cepat berkat perkembangan teknologi.

Saat ini kita sedang di ambang revolusi 4.0. Disadari atau tidak, dampak revolusi 4.0 sudah terasa pada hari ini. Perkembangan teknologi, khususnya dalam kemampuan komputasi digital dan pengolahan big data mendisrupsi nya ris seluruh aspek kehidupan manusia.

Nah, salah satu yang cukup terdampak dengan revolusi 4.0 ini adalah pasar kerja. Para ahli memprediksi akan banyak sekali jenis pekerjaan yang hilang dan digantikan oleh kecerdasan buatan dan mesin otomatis.

Contoh yang paling mudah adalah disrupsi transportasi yang dulu dikuasai oleh taksi dan ojek pangkalan. Hari ini, ojek pangkalan nyaris punah digantikan oleh ojek online. Sebentar lagi, kalau teknologi mobil dan motor otomatis sudah diprediksi secara massal, bukan tidak mungkin profesi supir akan menyusul kepunahan ojek pangkalan.

Keterampilan yang dibutuhkan di Masa Depan

Menurut laporan Future of Jobs dari World Economic Forum, lebih dari sepertiga keterampilan yang dibutuhkan hari ini tidak lagi relevan dalam lima tahun yang akan datang. Oleh karena itu, tidak ada waktu lagi untuk Sobat Kilat bertahan dalam zona nyaman pekerjaan. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan keterampilan baru agar tetap relevan di masa depan.

Berikut beberapa keterampilan yang menurut ahli dari World Economic Forum akan dibutuhkan di masa depan:

1.  Keterampilan untuk Belajar Hal Baru

Karena kecepatan perubahan di tempat kerja di masa depan, pekerja harus belajar dengan cepat dan mampu bersahabat dengan perubahan. Otak kita tidak hanya harus fleksibel, tetapi kita juga harus bisa beradaptasi karena kita harus menyesuaikan diri dengan perubahan tempat kerja, ekspektasi, dan keahlian.

Keterampilan penting selama revolusi industri 4.0 adalah kemampuan untuk mempelajari hal baru dan terbuka terhadap perubahan sebagai peluang untuk tumbuh dan berinovasi. Munculnya industri-industri baru dan hilangnya jenis pekerjaan lama dengan cepat mengharuskan setiap pekerja memiliki kemampuan mempelajari hal baru dengan cepat agar bisa terus relevan dengan pasar kerja.

Pengetahuan yang dipelajari saat sekolah dulu kemungkinan besar tidak lagi relevan saat memasuki pasar kerja. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi yang sedemikian cepat. Kecerdasan buatan dan machine learning mampu membuat mesin menggantikan pekerjaan-pekerjaan manusia yang monoton dan terlalu mekanis.

2.  Keterampilan Teknologi

Keterampilan teknologi akan sangat dibutuhkan
Keterampilan teknologi akan sangat dibutuhkan

Seperti yang sudah ditulis di awal, revolusi industri 4.0 didorong oleh inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, virtual reality, blockchain, dan teknologi-teknologi canggih lainnya. Artinya, setiap orang dan perusahaan akan membutuhkan banyak sekali tenaga kerja yang ahli dalam mengoperasikan teknologi baru ini.

Pada tingkat paling dasar, hampir seluruh karyawan di industri apapun harus memiliki pemahaman dasar untuk menggunakan teknologi. Ditambah lagi dengan pandemi COVID-19, semua bidang industri mau tidak mau harus memanfaatkan teknologi untuk mengatasi masalah yang disebabkan pandemi seperti work from home yang membuat masalah komunikasi tidak se-luwes saat bekerja di kantor.

Penetrasi teknologi yang luar biasa besar saat ini membuat banyak perusahaan harus memanfaatkan berbagai macam teknologi untuk dapat bersaing di masa depan. Hari ini, perusahaan-perusahaan terbesar di dunia adalah mereka yang bergerak di bidang teknologi komputasi. Sebut saja Amazon, Tesla, Apple, Google, Microsoft, Facebook dan lain sebagainya.

Jadi, kalau kamu ingin tetap relevan dan memiliki peluang besar untuk dipekerjakan di pasar kerja, cara terbaik untuk mencapainya adalah memiliki keterampilan di bidang teknologi.

3.  Keragaman dan Kecerdasan Budaya

Revolusi industri 4.0 mengakselerasi terjadinya globalisasi. Besar sekali kemungkinan sebuah perusahaan merekrut berbagai karyawan dengan latar belakang yang berbeda. Sebab, di era ini perusahaan lebih mementingkan keterampilan seseorang dibandingkan kesamaan latar belakang.

Nah, hal ini membuat dunia dan tempat kerja kita menjadi lebih beragam dan terbuka. Penting bagi setiap karyawan memiliki keterampilan untuk memahami, menghormati, dan bekerja dengan orang lain terlepas dari perbedaan ras, budaya, bahasa, usia, jenis kelamin, orientasi seksual, keyakinan politik atau agama, dan lain sebagainya.

Kemampuan untuk memahami dan beradaptasi dengan orang lain yang mungkin memiliki cara berbeda dalam memandang dunia tidak hanya akan meningkatkan cara orang berinteraksi dalam perusahaan, tetapi juga cenderung menghasilkan kerjasama yang lebih produktif dengan membuat produk dan layanan perusahaan lebih inklusif dan sukses di pasaran.

4.  Keterampilan Kepemimpinan

Sifat-sifat yang biasanya dikaitkan dengan kepemimpinan seperti menjadi inspirasi dan membantu orang lain menjadi versi terbaik dari diri mereka akan diperlukan untuk angkatan kerja masa depan. Dengan fleksibilitas divisi kerja pada perusahaan-perusahaan start-up, setiap karyawan diminta memiliki keterampilan kepemimpinan agar mampu berinovasi untuk mengembangkan pekerjaannya sendiri.

Di masa depan, diprediksi akan banyak sekali perusahaan teknologi yang lahir untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di kehidupan. Keterampilan kepemimpinan dibutuhkan akan dibutuhkan pada setiap divisi dan setiap perusahaan untuk membantu perusahaan berinovasi dan menemukan solusi yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ingin diatasi oleh perusahaan terkait.

5.  Keterampilan Komunikasi Interpersonal

Revolusi 4.0 ini juga sering kali disebut sebagai era informasi. Di mana informasi beredar dengan sangat cepat. Nah, kemampuan untuk bertukar informasi dan makna di antara orang-orang akan menjadi keterampilan penting selama revolusi industri 4.0.

Ini berarti setiap orang harus mengasah kemampuannya untuk berkomunikasi secara efektif dengan manusia lain sehingga mereka dapat mengatakan hal yang benar, menggunakan nada suara dan bahasa tubuh yang tepat, untuk menyampaikan pesan mereka.

Permasalahan komunikasi biasanya dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Padahal, sebagai makhluk sosial, salah satu kemampuan utama manusia adalah berkomunikasi. Seiring dengan perkembangan teknologi yang memudahkan komunikasi terjalin, kualitas informasi dan keterampilan menyampaikan pesan adalah keterampilan yang sangat penting.

6.  Penilaian dan Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan manusia akan menjadi lebih kompleks di tempat kerja pada masa depan. Saat ini, mesin dan data dapat memproses informasi dan memberikan wawasan yang tidak mungkin dikumpulkan manusia.

Oleh karena itu, selain harus memiliki keterampilan dasar tentang teknologi, pekerja juga harus memiliki kemampuan untuk menginterpretasi data dan informasi yang disediakan oleh kecerdasan buatan.

Pada akhirnya, setiap pekerja akan membutuhkan keterampilan untuk menilai dan mengambil keputusan yang tepat dengan mempertimbangkan mengenali implikasi yang lebih luas yang mungkin ditimbulkan oleh keputusan tersebut pada bidang bisnis lain, personal, dan pengaruhnya pada aspek kehidupan lainnya.

Di masa depan manusia akan membuat algoritma dan kecerdasan buatan yang memiliki implikasi luas terhadap kehidupan manusia lainnya. Teknisi yang mengerjakannya harus memiliki keterampilan dalam menilai dan pengambilan keputusan yang tepat agar tidak merugikan orang lain.

Sebagai contoh, seandainya sudah diciptakan mobil yang bisa berjalan otomatis tanpa sopir, mobil tersebut akan bergerak sesuai dengan algoritma atau instruksi yang ditulis dalam programnya. Kalau tiba-tiba ada sepasang kakek-nenek yang menyebrang jalan, apa yang harus dilakukan mobil tersebut?

Apakah harus berbelok dengan mendadak sehingga berpotensi menabrak fasilitas lain di bahu jalan? Apakah harus mengerem mendadak dan berpotensi menyebabkan kecelakaan beruntun? Ataukah berjalan saja sehingga menabrak penyebrang jalan yang ceroboh itu?

Peristiwa semacam ini berpotensi besar terjadi di masa depan. Oleh karena itu dibutuhkan keterampilan untuk menilai dan mengambil keputusan agar dilema moral seperti contoh ini bisa diatasi dengan baik sehingga tidak merugikan banyak orang.

7.  Pembelajaran Aktif dengan Growth Mindset

Memiliki growth mindset untuk terus belajar
Memiliki growth mindset untuk terus belajar

Siapa pun di masa depan perlu belajar dan tumbuh secara aktif. Seseorang dengan mindset berkembang (growth mindset)memahami bahwa kemampuan dan kecerdasannya dapat dikembangkan dan mereka tahu upaya mereka untuk membangun keterampilan akan menghasilkan prestasi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, mereka akan menghadapi tantangan, belajar dari kesalahan dan secara aktif mencari pengetahuan baru.

8.  Berpikir Analitis (Kritis)

Seseorang dengan keterampilan berpikir kritis dapat memberikan solusi dan ide inovatif, memecahkan masalah kompleks menggunakan penalaran dan logika, serta mengevaluasi argumen. Langkah pertama dalam berpikir kritis adalah menganalisis aliran informasi dari berbagai sumber.

Seperti yang sudah kita tahu bersama-sama, saat ini informasi beredar dengan sangat cepat dan luas. Setiap orang dapat memproduksi informasi yang bermacam-macam. Sehingga besar sekali terjadi misinformasi, berita hoax, teori konspirasi dan lain sebagainya. Nah, berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk bisa memilah informasi mana yang benar dan menghasilkan kesimpulan yang juga tepat.

Seseorang yang merupakan pemikir analitik yang kuat akan mengandalkan penalaran logis daripada emosi, mengumpulkan kelebihan dan kekurangan dari suatu situasi hingga berpikiran terbuka untuk solusi terbaik. Orang dengan pemikiran analitik yang kuat akan dibutuhkan untuk mengarahkan pembagian kerja manusia atau mungkin, mesin.

9.  Kecerdasan Emosional (EQ)

Kemampuan seseorang untuk menyadari, mengontrol dan mengekspresikan emosi mereka sendiri serta menyadari emosi orang lain menggambarkan kecerdasan emosional mereka. Kamu menunjukkan kecerdasan emosional yang tinggi jika kamu memiliki empati, integritas, dan bekerja dengan baik dengan orang lain.

Mesin tidak dapat dengan mudah menggantikan kemampuan manusia untuk terhubung dengan manusia lain, sehingga mereka yang memiliki EQ tinggi akan banyak dicari. Beberapa studi penelitian menemukan bahwa orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi berkorelasi tinggi dengan kesuksesan karir.

10.  Kreativitas

Para ahli sepakat bahwa kreativitas manusia akan sulit digantikan oleh kecerdasan buatan dalam waktu dekat. Kreativitas merupakan salah satu keunggulan manusia dibandingkan mesin dan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, keterampilan kreativitas diprediksi masih akan dibutuhkan dan tetap relevan di pasar kerja pada masa depan.

Pekerja manusia di masa depan perlu kreatif untuk sepenuhnya menyadari manfaat dari semua hal baru untuk masa depan, termasuk produk, cara kerja, dan teknologi baru. Robot saat ini tidak dapat bersaing dengan manusia dalam hal kreativitas. Tempat kerja masa depan akan menuntut cara berpikir yang baru, dan kreativitas manusia adalah kuncinya.

Itulah 10 keterampilan yang diprediksi para ahli akan banyak dicari di pasar kerja pada masa depan. Teknologi baru mendisrupsi banyak sekali industri-industri konvensional hari ini. Saat ini sudah ada edu-tech yang siap mendisrupsi dunia pendidikan, ada health-tech yang mendisrupsi industri kesehatan, ada pula fin-tech seperti Dompet Kilat yang mendisrupsi industri finansial.

Start-up seperti Dompet Kilat memanfaatkan teknologi untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan sehingga membuat hidup manusia menjadi lebih mudah. Kalau kamu tertarik untuk berinvestasi atau belajar soal literasi keuangan yang tentunya akan terdisrupsi di masa depan, simak terus update terbaru di blog Dompet Kilat dan download aplikasinya untuk berinvestasi.

Nah, apakah kamu sudah memiliki keterampilan-keterampilan di atas dan siap menghadapi revolusi 4.0 yang mendisrupsi banyak hal? Kalau belum, admin sarankan untuk segera belajar keterampilan-keterampilan di atas!

Penulis: Fadhel Yafie

Referensi:

Entrepreneurs (2018) | Why Emotional Intelligence Is Crucial for Success (Infographic)

Forbes (2019) | The 10 Vital Skills You Will Need For The Future Of Work

Future Learn (2020) | 7 Skills Employers of the Future Will be Looking For

World Economic Forum (2016) | The Future of Jobs, Employment, Skills and Workforce Strategy for the Fourth Industrial Revolution

World Economic Forum (2020) | These are the Top 10 Job Skills Of Tomorrow – And How Long it Takes to Learn Them

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © PT Indo Fin Tek 2016 - 2021