Kanada, Negara Pertama yang Memasukkan Literasi Finansial Pada Kurikulum Pendidikan. Seberapa Penting Sih?

3 min read
Kanada menyadari pentingnya literasi finansial

Photo by Daniel Joseph Petty from Pexels

Sepertinya gak ada satupun dari manusia modern yang menyepelekan fungsi dan pentingnya pendidikan. Tapi, penting gak sih memasukkan literasi finansial dalam pendidikan? Wait, sebenarnya apa sih tujuan dari pendidikan itu sendiri? Secara umum, pendidikan bertujuan untuk memberikan kemampuan pada peserta didik untuk bisa bertahan hidup.

Di Indonesia, menurut UU No.20 tahun 2003 pasal 3, tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi mausia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Semua atribut kualitas yang disebutkan dalam UU tersebut bermuara pada kemampuan untuk bisa bertahan hidup sesuai dengan zamannya. Namun, faktanya di lapangan gak selalu ideal seperti tujuannya. Banyak pelajaran yang dianggap terlalu mengawang-awang, gak sesuai dengan realitas. Kadang juga dunia pendidikan terseok-seok untuk mengikuti perkembangan zaman.

Realistis saja, kita semua yang membaca tulisan ini pasti membutuhkan uang untuk bertahan hidup. Namun, gak pernah sedikitpun ada pelajaran dalam dunia pendidikan formal untuk pengelolaan keuangan atau literasi finansial.

Pelajaran mengenai literasi finansial kebanyakan masih terdapat dalam pendidikan informal. Jumlahnya terus naik seiring dengan meningkatnya awareness orang-orang tentang pentingnya literasi finansial untuk menjalani kehidupan.

Penulis, pakar keuangan dan investasi, Robert Kiyosaki sudah menyerukan pentingnya setiap orang meningkatkan literasi finansial. Sebanyak apapun uang yang kita miliki, tanpa literasi finansial dan pengelolaan keuangan yang baik, maka uang tersebut sangat mungkin habis begitu saja.

Toh kita sudah melihat banyak sekali contoh dari hal tersebut. Misalnya, atlet top yang punya uang berlimpah di masa kejayaannya namun mengalami kesulitan di masa tuanya. Ada juga selebritis yang serupa. Bahkan, gak sedikit juga anak yang mendapat warisan berlimpah tapi dalam hitungan tahun kekayaannya itu menguap entah kemana.

Pentingnya Pendidikan dan Literasi Finansial

Pentingnya mempelajari literasi finansial

Sebuah provinsi di Kanada, Ontario menjadi salah satu yang daerah yang menyadari pentingnya pendidikan dan literasi finansial. Menteri Pendidikan di Ontario, Stephen Lecce ingin menyertakan pelajaran literasi finansial selama empat tahun ke dalam kurikulum pendidikan.

Literasi finansial akan disertakan dalam pelajaran matematika. Kurikulum baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup dari setiap peserta didik. Literasi finansial bukan rocket science yang sulit dipelajari, namun sangat penting diketahui agar bisa menjalani hidup yang lebih baik.

Seorang pakar personal finance, Dave Ramsey mengatakan bahwa mengatur keuangan pribadi itu hanya memerlukan 20% pengetahuan, sisanya adalah kebiasaan. Artinya, pengelolaan keuangan dan literasi finansial bukan hal yang sulit dipelajari namun sangat sulit dipraktekkan.

Pemenang Nobel Ekonomi tahun 2002, Daniel Kahneman mengatakan bahwa meskipun uang belum tentu mengantarkan kamu ke kebahagiaan, tapi satu hal yang pasti adalah kekurangan uang akan mengantarkanmu pada kesengsaraan.

Pentingnya literasi finansial inilah yang mendorong Stephen Lecce ingin memodernisasi pendidikan, khususnya pada aspek literasi finansial. Nantinya, literasi finansial yang akan dipelajari peserta didik seputar bunga, utang, menabung, pengelolaan keuangan, perbandingan harga dan aspek-aspek finansial lainnya.

Diharapkan kurikulum baru juga akan membantu mengatasi apa yang digambarkan oleh pernyataan resmi sebagai kesenjangan prestasi dan penciptaan hambatan yang merugikan peserta didik dari kelompok yang terpinggirkan secara historis, termasuk siswa kulit hitam dan pribumi.

Kedua kelompok tersebut adalah mereka yang datang dari keluarga berpenghasilan rendah, siswa penyandang cacat dan mereka yang membutuhkan pendidikan khusus.

Modernisasi Pendidikan di Ontario, Kanada

Mahasiswa di Ontario, Kanada

Saat ini, zaman berubah dengan sangat cepat. Perubahan ini juga berpengaruh terhadap pasar dunia kerja yang berubah sangat signifikan. Bayangkan 10 tahun yang lalu, apakah ada anak kecil yang bercita-cita menjadi Youtuber?

Survei yang melibatkan 1.000 partisipan menemukan bahwa 34,2% anak berusia 6-17 tahun bercita-cita menjadi Youtuber. 18,1% lagi berkeinginan menjadi Vlogger atau Selebgram. Lebih dari 50% anak-anak gak lagi bercita-cita menjadi seorang profesional pada profesi tradisional seperti dokter, pengacara, ilmuwan dan lain sebagainya.

Hal ini membuktikan bahwa pasar dunia kerja berubah dengan sangat cepat. Dalam jangka waktu 10 tahun saja, sudah muncul pekerjaan yang sangat populer di kalangan anak-anak. Selain itu, banyak pula pekerjaan yang hilang digantikan oleh teknologi.

Namun, apapun jenis pekerjaannya, literasi finansial tetap menjadi pengetahuan yang sangat penting untuk dipelajari. Pendapatan dari setiap pekerjaan harus dikelola dengan baik untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik setiap harinya.

Oleh karena itu, Kanada akan memulai percobaan untuk memodernisasi pendidikan pada September 2021. Bukan hanya soal literasi pendidikan, Ontario juga akan menyertakan pelajaran coding, programming, literasi data, model matematika dan lain-lain.

“Dengan penekanan pada aplikasi dunia nyata untuk matematika, pelajaran ini akan mengajarkan peserta didik dasar-dasar berharga yang akan memberi mereka keunggulan kompetitif ketika mereka lulus,” kata Stephen Lecce.

Negara-negara maju sudah memahami betul pentingnya literasi finansial. Jika kita gak cepat-cepat menyusul dan menyadari pentingnya literasi finansial, negara kita bisa semakin tertinggal.

Gimana menurut kamu? Apakah Indonesia juga perlu memasukkan pelajaran literasi finansial dalam kurikulum pendidikan? Ataukah literasi pendidikan cukup dilakukan oleh pendidikan informal saja?

Simak terus blog dan Instagram Dompet Kilat untuk mendapatkan informasi seputar dunia kerja, literasi finansial, ekonomi, bisnis dan lain sebagainya. See you on the top, Sob!

Referensi:

Daniel Kahneman (2011), Thinking Fast and Slow

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (2003) | UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Microsoft (2020) | Microsoft Launches Initiative to Help People Worldwide Acquire Digital Skills Needed

Ontario News Room (2021) | Modernized Math Course Prepares Students for Jobs of the Future and Life Skills

Robert Kiyosaki (1997), Poor Dad, Rich Dad

The Conversation (2019) | What’s the Point of Education? It’s No Longer Just About Getting a Job

The Sun (2017) | Children Turn Backs on Traditional Careers in Favour of Internet Fame, Study Finds

World Economic Forum (2021) | Ontario is Modernizing Maths Curriculum to Emphasize Coding Skills and Personal Finance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © PT Indo Fin Tek 2016 - 2021 | Newsphere by AF themes.