Perbedaan Dropshipper Dan Reseller, Mana yang Lebih Cocok Untuk Pemula?

4 min read

Photo by Alona.co.id

Apakah kamu ingin memulai bisnis saat masih muda? Untuk memulai bisnis di usia muda merupakan hal yang mudah tetapi harus diniatkan dengan benar. Karena untuk memulai bisnis kita tidak boleh setengah-setengah. Untuk memulai bisnis di internet sebenarnya itu ada banyak sekali yang bisa kalian lakukan. Beberapa cara berjualan di internet yang bisa kalian lakukan yaitu dengan cara affiliate, dropship, reseller, freelance dan lainnya. Dengan berkembangnya teknologi, aktivitas penjualan online juga semakin maju. Namun, untuk saat ini kita akan membahas perbedaan antara dropshipper dan reseller.

Banyak orang masih kebingungan dan masih salah dalam mengartikan antara dropshiper dan reseller. Di benak mereka setiap kali mendengar kata itu yaitu sama-sama menjual barang, namun ternyata ada perbedaan antara dropshipper dan reseller tersebut. 

Apa sih perbedaan antara dropshipper dan reseller? Mungkin kamu sering mendengar kata dropshipper dan reseller dalam dunia jual beli online. Kata-kata inin memiliki arti yang berbeda lho dan banyak orang yang keliru mengartikan keduanya. Biasanya kedua model bisnis tersebut dijalankan oleh anak muda atau mereka yang ingin memulai bisnis tetapi dengan modal yang sedikit, bahkan tanpa modal.

Salah satu perbedaan yang signifikan antara dropshipper dan reseller itu di stok barang. Dropshiper itu  tidak melakukan stok barang sedangkan reseller itu melakukan stok barang. Kalian bisa melakukan dropshiper dan reseller ini di e-commerce. Sebelum lebih lanjut kita harus terlebih dahulu mengetahui pengertian antara dropshipper dan reseller

Pengertian Dropshipper dan Reseller

Skema Dropshipper

Dropship merupakan kegiatan dimana seseorang menjual kembali suatu barang dengan mempromosikan barang tersebut tanpa harus stok barang.

Contoh: kamu menjual barang dari toko di shopee ke Tokopedia tanpa harus melakukan pembelian stok terlebih dahulu. Jadi kalian Langsung mengupload produk di Tokopedia tanpa memiliki stok. Tetapi untuk menjadi dropshipper kalian harus izin terlebih dahulu kepada pemilik toko di shopee untuk melakukan dropship

Karena ada beberapa toko di e-commerce yang tokonya tidak mengizinkan untuk di dropship maka dari itu izin di awal merupakan hal yang penting

Reseller adalah kegiatan menjual kembali barang dan mempromosikannya dengan cara memiliki stock terlebih dahulu.

Contoh: ada sebuah toko yang membeli langsung barang dari produsen atau distributor kemudian barang tersebut dijual lagi kepada pembeli. Posisi disini toko tersebut sudah memiliki stok barang.

Perbedaan Dimensi Dropshipper dan Reseller

  1. Modal

Jika kamu ditanya sistem mana yang modalnya paling sedikit, jawabannya adalah dropship. mengapa?

Alasannya, karena dropship tidak harus membeli barang dulu untuk dijual. Dengan kalian hanya mengupload promosi produk di e-commerce yang kamu jadikan toko maka kalian bisa pesan langsung ke toko di e-commerce lain untuk pembelian barang untuk konsumen kalian.

Pada saat yang sama, dropshiper harus mengeluarkan uang karena harus membeli barang terlebih dahulu. Besarnya modal yang dikeluarkan tergantung dari barang yang kalian jual / promosikan. 

Jika kalian menjual barang dengan modal yang besar jangan lupa untuk memberi margin keuntungan yang besar juga karena pembelian kalian akan dikenai fee oleh e-commerce. 

Hal ini berbeda dengan reseller yang sudah memiliki stock barang di toko. Jika kalian reseller di toko fisik tentunya kalian tidak akan dikenai fee e-commerce.

  1. Keuntungan

Perbedaan selanjutnya antara dropshipper dan reseller adalah Keuntungan. Bisa dibilang reseller bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dari dropshipping.

Mengapa ? Karena biasanya reseller mendapatkan harga yang lebih murah dari supplier atau produsen. Reseller mendapatkan harga langsung dari produsen atau supplier, sedangkan dropship bisa saja mendapatkan harga dari reseller. Sehingga hal ini membuat keuntungan dropship lebih kecil dibandingkan reseller.

Untuk mendapatkan keuntungan yang besar, reseller mempunyai trik sendiri. Yaitu reseller membeli barang dalam jumlah besar terlebih dahulu dari produsen atau supplier, klemudian reseller bisa menjual eceran dengan keuntungan yang lebih besar.

Dalam persaingan dipasar jika reseller ketemu dropshipper, maka biasanya dropshipper akan memiliki keuntungan yang kecil karena dalam satu pasar tentunya pelanggan akan cenderung memilih harga yang murah. Karena reseller memiliki harga yang lebih murah dari dropshipper maka dropshipper akan menurunkan harga jual dan hal ini membuat selisih keuntung dropshipper lebih keci. 

  1. Risiko

Dalam setiap bisnis tentunya memiliki risiko, risiko dalam bisnis ada tingkatan rendah hingga tinggi tergantung bagaimana kita mengelola resiko ini. Tidak semudah kelihatannya, ternyata menjadi seorang dropshipper dan reseller memiliki berbagai macam resiko.

Resiko yang dihadapi oleh dropshipper.

Karena kita sebagai dropshipper tidak mempunyai kendali atas stok barang yang dijual. maka dropshipper memiliki banyak resiko yang harus dihadapi. Apabila pesanan yang diterima oleh dropshipper memiliki keterlambatan pengiriman maka  resi yang diberikan oleh toko pemasok akan invalid. Hal ini membuat dropshipper rugi untuk biaya diawal dan penjualan mereka statusnya dibatalkan. 

Kemudian apabila dropshipper mendapatkan penjualan kemudian produknya itu tidak ada di toko pemasok maka dropshipper tidak bisa melakukan pengiriman barang karena tidak ada stoknya dari toko pemasok dan harus membatalkan proses penjualannya. Dan jika stok barang kosong di toko pemasok dengan waktu yang lama maka dropshipper harus menghentikan perdagangannya sementara hingga stok kembali terisi. 

Resiko yang dihadapi oleh dropshipper lebih cenderung ke arah transaksi penjualan. Biasanya transaksi penjualan ini akan menemui kendala ketika stock nya itu bermasalah dari toko pemasok. Dan hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal itu semua yaitu dengan cara mencari tokoh pemasok lain yang memiliki barang yang sama. Dengan hal itu maka sebagai dropshipper seharusnya bisa mengatasi hal itu semua.

Risiko yang di hadapi oleh reseller.

Sebagai reseller tentunya resiko yang dihadapi lebih kearah stok barang. Apabila barang yang dijual merupakan barang konsumsi yang memiliki masa expired dan barang tersebut tidak laku kejual maka reseller akan merugi pada sisi modal. 

Misalnya banyak barang yang tidak laku maka hal ini akan membuat reseller menderita. Barang yang tidak laku biasanya akan dijual dalam keadaan rugi atau tidak sama sekali dijual. Sebagai cara penanggulangan untuk hal ini para reseller harus mempunyai stok planning untuk mencegah stok terbuang dengan sia-sia dan membeli stok sesuai dengan transaksi atau volume penjualan dari rentang waktu sebelumnya

  1. Pemasaran

Pemasaran Untuk Dropshipper

Untuk dropshipper strategi pemasaran yang bisa kalian lakukan yaitu dengan menggunakan media sosial seperti e-commerce, Instagram, Facebook dan WhatsApp. Untuk menjadi dropshipper strategi pemasaran bisa kalian lakukan yaitu dengan menggunakan iklan. Jika kalian di sosial media maka kalian bisa menggunakan Facebook Ads untuk dijadikan sebagai media untuk memperluas jangkauan konsumen kalian. 

Kemudian setelah dari Facebook Ads akan diarahkan ke landing page yang berisi informasi produk dan langkah terakhir akan dialihkan ke WhatsApp sebagai closing. Hal ini berbeda apabila kalian berjualan di e-commerce. 

E-commerce mempunyai fitur iklan sendiri yang bisa kalian target keywordnya. Jadi apabila kalian ingin menjual baju maka kalian bisa mengiklankan iklan baju di e-commerce dan nanti pelanggan akan ngechat kalian di e-commerce tersebut dan bisa langsung melakukan pembelian disana. Dua cara dasar ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan maka dari itu kalian harus mengoptimalkan selalu iklan yang kalian pasang apapun jenisnya untuk meringankan beban iklan yang dikeluarkan.

Pemasaran untuk reseller

Sebagai reseller yang mempunyai banyak stok barang tentunya kalian bisa mempraktekkan marketing secara online dan offline. Ketika kalian melakukan marketing secara online maka kalian bisa menjual barang kalian sama seperti yang dropshipper lakukan yaitu dengan cara menggunakan sosial media dan juga kalian bisa berjualan di e-commerce. 

Selain melakukan pemasaran via online kalian juga bisa melakukan pemasaran via offline dengan cara memberdayakan tetangga kalian untuk menjual produk kalian di toko. Jadi tetangga kalian akan mendapatkan komisi dari penjualan yang kalian lakukan

Keuntungan dan Kekurangan

Kelebihan Dropshipper

  1. Tidak memerlukan modal yang besar.
  2. Tidak perlu memiliki stock barang
  3. Tidak perlu mengemas atau mengirim barang
  4. Bisa menjual berbagai macam barang yang tidak tebatas

Kekurangan Dropshipper

  1. Memiliki keuntungan yang lebih kecil.
  2. Tidak mengetahui stok dan kondisi barang yang siap dijual.
  3. Memiliki peluang tinggi transaksi batal jika resi invalid atau barang tidak segera dikirimkan oleh toko pemasok.

Keuntungan Reseller

  1. Dengan stock yang banyak, kita akan tahu lebih banyak tentang berapa banyak item tersedia di stock,
  2. Terdapat banyak informasi mengenai ukuran, bahan dan kualitas barang yang dijual, sehingga dapat menjelaskan kondisi barang kepada pembeli.
  3. Penjualan tidak terbatas pada online, tetapi juga bisa online.
  4. Memiliki keleluasaan atas stok barang jadi tidak perlu khawatir resi invalid.

kekurangan Reseller

  1. Harus memiliki dana yang cukup besar untuk menyimpan barang yang kamu jual.
  2. Harus melakukan pengemasan barang dan pengiriman kepada pembeli.
  3. Risiko kerugian besar, apabila stock tidak laku.

Jadi, lebih baik menjadi dropshipper atau reseller?

Hal ini tergantung apakah kamu memiliki dana yang besar untuk mensuplai stock, atau apakah kamu masih takut dengan risiko kerugian yang akan kamu tanggung.

Jika kamu masih takut dengan resiko kerugian yang mungkin terjadi nantinya dan kamu tidak memiliki dana yang banyak, maka kamu bisa menjadi dropshipper terlebih dahulu. Jika sistem dropshipping kamu berkembang, kamu dapat mencoba menjadi reseller.

Sekian artikel mengenai perbedaan dropshipper atau reseller, semoga dengan adanya informasi ini bisa membantu kalian semua untuk lebih memahami perbedaan dropshipper atau reseller.

Cek instagram dompet kilat untuk konten edukasi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © PT Indo Fin Tek 2016 - 2021 | Newsphere by AF themes.