Berkenalan dengan NFT, Aset Digital yang Sedang Populer!
3 min read
Untuk kamu yang bertanya-tanya apa itu NFT, Kamu berada di halaman yang tepat! NFT tiba-tiba menjadi populer setelah seseorang bernama Ghozali viral karena berhasil menjual foto selfie-nya di platform NFT dan meraup uang hingga Rp 1,7 miliar!
Nah, sebetulnya NFT ini beririsan juga dengan cryptocurrency yang belakangan ini cukup populer. Keduanya bekerja pada jaringan yang sama yang disebut sebagai blockchain. Namun, ada perbedaan fungsi dari NFT dan cryptocurrency.
Oke Sob, mari kita kupas secara singkat tentang NFT.
Apa itu NFT?
NFT adalah singkatan dari Non-Fungible Token.
Fungible adalah aset yang bisa ditukar dengan barang sejenisnya yang memiliki nilai sama. Contohnya, kamu bisa menukarkan 1 lembar uang Rp 100 ribu menjadi 5 lembar uang Rp 20.000.
Semua mata uang, termasuk cryptocurrency adalah fungible token yang memiliki valuasi atau nilai. 1 Bitcoin bisa kamu tukarkan dengan Rp 600 juta (kurs hari ini).
Sedangkan, non-fungible berarti aset yang gak bisa ditukarkan dengan barang atau nilai karena bersifat unik. Contohnya, rumah tetanggamu sama persis dengan rumahmu dengan luas tanah yang sama.
Namun, harga jualnya bisa jadi berbeda tergantung dari si pemilik rumahnya. Singkatnya, harga non-fungible token sangat dipengaruhi oleh sang pemilik.
Jika ingin menjual aset seperti rumah, maka kamu harus memiliki bukti kepemilikan atas rumah itu. Apa bukti kepemilikannya? Ya benar, secarik kertas yang dinamakan sertifikat.
Nah, NFT adalah sertifikat kepemilikan untuk aset digital. Token di dalam NFT mengartikan bahwa aset ini menggunakan jaringan blockchain yang memiliki kode identifikasi serta metadata yang unik.
Ketika sertifikat aset NFT tercatat dan dienkripsi di jaringan blockchain. Maka, sertifikat tersebut mustahil untuk direplikasi atau diduplikasi.
Bagaimana NFT Bekerja?
Sebelum memahami bagaimana NFT bekerja, kita harus paham dulu tentang blockchain, sebuah teknologi penyimpanan informasi termutakhir saat ini.
Singkatnya, blockchain adalah serangkaian catatan data yang dikelola oleh suatu kelompok komputer yang di dalamnya gak dimiliki oleh satu entitas apapun. Berbagai blok data ini diamankan dan juga diikat satu sama lain dengan menggunakan prinsip kriptografi.
Setiap informasi yang masuk ke dalam jaringan blockchain akan dicatat dan diverifikasi oleh jutaan komputer secara bersamaan. Hal ini membuat informasi yang masuk mustahil untuk dihapus atau diedit.
Nah, NFT adalah informasi tentang kepemilikan seseorang atas aset digital yang dimasukkan ke dalam jaringan blockchain.
Untuk saat ini, NFT dipenuhi oleh karya seni digital, terutama meme. Ketika kamu membeli sebuah NFT, maka kamu akan memperoleh sertifikat kepemilikan atas aset digital.
Aset digital yang terdaftar di NFT tetap bisa diunduh oleh banyak orang. Tapi, kepemilikan NFT atas karya tersebut menjadi bukti bahwa ia memegang aset yang orisinil.

Anggap saja lukisan Monalisa karya Da Vinci yang sangat terkenal. Replika-nya ada dimana-mana. Namun, yang paling berharga hanya karya orisinil hasil tangan dari pelukisnya yang saat ini disimpan di museum Louvre.
Apa Fungsi NFT?
Para pakar dan futuris menganggap NFT ini memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dunia digital ke depannya, khususnya untuk para seniman. Namun, untuk saat ini karya yang masih banyak diperjualbelikan di platform NFT adalah gambar digital.
Kenapa dianggap sangat berpotensi? Seperti yang sebelumnya sudah dibahas, NFT merupakan sertifikat kepemilikan dari sebuah aset digital. Jika karya seni kamu dibeli, maka hak kepemilikannya akan berpindah ke pembeli tersebut.
Di sinilah kerennya NFT, meskipun hak kepemilikan berpindah tangan, tetapi hak ciptanya tetap dipegang oleh sang pembuat. Sehingga, sang pembuat dapat menetapkan persentase royalti setiap karya digital tersebut berpindah tangan.
NFT bisa menjadi solusi efektif dari permasalahan royalti dan hak cipta yang seringkali dihadapi oleh seniman.
Sebetulnya, NFT gak cuma terbatas dalam aset digital berbentuk gambar. Hanya saja, teknologi saat ini masih tergolong mahal untuk menyimpan NFT dalam bentuk suara, video, game dan lain sebagainya.
Jaringan blockchain Ethereum membutuhkan gas fee atau biaya administrasi yang cukup tinggi di setiap transaksinya. Tetapi, sudah mulai bermunculan jaringan blockchain lain yang lebih murah seperti Solana, Cardano dan lain sebagainya.
Jangan lupa juga dalam beberapa tahun ke depan, dunia akan menyambut Metaverse, sebuah dunia digital di mana setiap orang yang mengaksesnya dapat berinteraksi langsung.
Fungsi dari NFT akan semakin nyata ketika Metaverse sudah dapat diakses oleh banyak orang. Aset digital akan semakin laku sehingga mau gak mau NFT akan semakin digunakan untuk memastikan hak kepemilikan.
Prospek Investasi NFT
Berdasarkan data DappRadar pada kuartal III-2021, volume penjualan NFT sudah mencapai US$10,7 miliar atau Rp 152,3 triliun. Angka ini naik tajam dari ‘hanya’ US$1,3 miliar atau Rp 18,5 triliun pada kuartal II dan kuartal I sebesar US$1,2 miliar atau Rp 17 triliun.
Tren perdagangan di platform NFT memang sedang booming. Secara umum berinvestasi di NFT memiliki prospek yang baik. Namun, semua instrumen investasi memiliki rumus yang sama:
Return (keuntungan) tinggi = Risiko tinggi. Begitu juga sebaliknya.
Jika kamu tertarik untuk berinvestasi di NFT, kami sarankan jangan hanya ikut-ikutan trend. Kamu harus memahami betul tentang instrumen tersebut. Bagaimanapun, pengetahuan kamu tentang instrumen dapat mengurangi risiko kerugian kamu.
Semoga artikel ini dapat membantu kamu untuk lebih mengenal NFT. Silakan simak informasi seputar keuangan, ekonomi dan bisnis di blog Dompet Kilat. Jangan lupa juga untuk mengikuti sosial media Dompet Kilat untuk mendapatkan informasi yang menarik!

