Analis Memprediksi Harga Bitcoin Akan Turun Hingga 50% dalam Waktu Dekat!
3 min read
Image by mohamed Hassan from Pixabay
Wall Street memperingatkan bahwa harga Bitcoin akan segera turun tajam dalam waktu dekat.
Kepala investasi di Guggenheim Global, Scott Minerd mengatakan bahwa nilai mata uang kripto sedang berada dalam gelembung karena telah melonjak terlalu jauh dan terlalu cepat. Bayangkan saja, nilai Bitcoin meningkat hingga 90% sejak tahun 2021. Padahal, tahun 2021 baru sampai bulan April.
“Mengingat pergerakan besar-besaran yang kami lakukan di Bitcoin dalam jangka pendek, semuanya menjadi sangat rentan, dan saya pikir kami harus melakukan koreksi besar dalam Bitcoin,” kata Minerd kepada CNBC.
Sampai hari Kamis kemarin, nilai Bitcoin berada di US$ 55.000, satu minggu setelah menorehkan rekor tertinggi di harga US$ 65.000 dalam platform pertukaran mata uang kripto, Coinbase.
“Saya pikir harga Bitcoin bisa kembali ke US$ 20.000 hingga US$ 30.000, yang berarti penurunan hingga 50 persen. Namun, hal yang menarik tentang Bitcoin adalah kita pernah melihat penurunan semacam ini sebelumnya,” kata Minerd.
Harga Bitcoin dalam Sejarah
Ya, sebetulnya tren turunnya harga mata uang kripto, khususnya Bitcoin pernah juga terjadi. Bukan baru-baru ini saja. Pada akhir tahun 2017, Bitcoin pernah menyentuh angka nyaris US$ 20.000. Peningkatan yang sangat signifikan, sekitar 2.800% dari tahun 2013.
Tahun 2018, bukan tahun yang baik bagi Bitcoin. Nilai Bitcoin terjun bebas hingga 80%! Pada November 2018, harga Bitcoin menyentuh US$ 6.000. Menjelang tahun 2019, Bitcoin kembali terjun bebas diharga US$ 3.500.

Kebayang gak kalau kamu membeli Bitcoin di Desember 2018? Yang tadinya US$ 3.500, sekarang sudah mencapai US$ 55.000! Hitung sendiri deh berapa persen kenaikannya, yang jelas kamu bisa kaya mendadak!
Kalau mau berandai-andai lagi, bayangkan kamu membeli Bitcoin sebelum Mei 2017. Harganya? Hanya US$ 2.000. Mau berfantasi lebih jauh lagi? Bayangkan kamu membeli Bitcoin sebelum Mei 2016 di mana harganya masih kurang dari US$ 500!
Oops! Sudahi khayalanmu, Sob! Mari kita kembali ke pembahasan. Kalau kamu sedang berinvestasi, secara alamiah kamu pasti akan berpikir optimis bahwa aset yang kamu investasikan harganya akan terus melambung tinggi, termasuk juga dalam investasi mata uang kripto
Tapi, kamu juga harus sadar bahwa realita kadang gak semanis mimpi. Kalau kita melihat grafik di atas, Bitcoin pernah mencapai titik tertinggi di akhir 2017 sebelum terjadi koreksi yang cukup tajam. Inilah yang disebut dengan gelembung dalam aset.
Hal ini pernah terjadi beberapa kali dalam sejarah, termasuk gelembung dot.com menjelang tahun 2.000. Nah, para analis memperkirakan bahwa harga Bitcoin saat ini sedang menunjukkan gejala ke arah gelembung yang hampir pecah dan menyebabkan harga turun bebas.
Masih Amankah Investasi pada Bitcoin?
Satu hal yang harus menjadi catatan adalah investasi pada mata uang kripto gak pernah aman. Mata uang kripto memiliki profil risiko yang cukup tinggi. Artinya, bisa untung besar, tapi besar juga kemungkinannya kamu malah buntung total. DO IT WITH YOUR OWN RISK!
Bill Miller, investor kawakan yang telah memiliki Bitcoin selama bertahun-tahun, mengatakan kepada CNBC bahwa dia gak khawatir tentang mata uang kripto yang berada dalam gelembung seperti pada tahun 2017.
“Ketika mencapai rekor tertinggi hampir US$ 20.000. Bitcoin terus turun tajam di bulan-bulan berikutnya, kehilangan sekitar 80% nilainya yang dikenal sebagai musim dingin kripto,” kata Bill Miller.
“Pasokan Bitcoin tumbuh 2% setahun dan permintaan tumbuh lebih cepat lagi. Hanya itu yang perlu kamu ketahui, dan itu berarti harga Bitcoin akan semakin tinggi. Ini mungkin bukan pergerakan lurus ke atas, karena “dengan bitcoin, volatilitas adalah harga yang kamu bayar untuk kinerja,” tambahnya.
Bitcoin ini seperti emas digital. Ia memiliki batas produksi, yaitu sekitar 21 juta keping. Nah, ketika Bitcoin semakin dipercaya oleh banyak orang, maka akan semakin banyak yang menggunakannya. Lalu, karena jumlahnya terbatas, maka Bitcoin akan menjadi langka. Di saat itu harga Bitcoin mungkin bisa melonjak tajam.
Scott Minerd juga masih percaya dengan kinerja Bitcoin pada jangka panjang. Menurut Minerd, harga Bitcoin mungkin akan mencapai harga US$ 400.000 hingga US$ 600.000 per kepingnya.



Namun, semua itu bergantung pada kepercayaan masyarakat terhadap Bitcoin. Semakin ia dipercaya, maka akan semakin tinggi pula harganya. Saat ini, Bitcoin cukup mendapat kepercayaan hingga dijadikan alat transaksi oleh perusahaan besar seperti Tesla, Mastercard dan Goldman Sachs.
Ya, sebetulnya setiap investasi memiliki profil risikonya masing-masing. Gak ada investasi yang 100% aman. Nah, untuk meminimalisir risiko, Sobat perlu memahami berbagai macam wawasan seperti analisis fundamental, teknikal, melihat tren dan lain sebagainya,
Kalau Sobat ingin mempelajari soal mata uang kripto dari awal, kami pernah menuliskan artikel singkat tentang kripto di sini. Silahkan dipelajari kalau kamu memang tertarik untuk berinvestasi di mata uang kripto.
Simak terus blog dan Instagram Dompet Kilat untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia ekonomi, bisnis dan keuangan. Kami adalah Fintech peer-to-peer lending yang memiliki tujuan untuk memperkecil jurang kesenjangan keuangan di Indonesia dengan menyalurkan pendanaan ke UMKM dan memberikan edukasi pada semua orang!
Catatan: Per hari ini 23 April 2021, kurs US$ 1 = Rp 14.500. Kalau mau mengkalkulasi angka-angka dolar di atas, silahkan saja biar khayalannya lebih terbayang :p
Penulis: Fadhel Yafie
Referensi:
CNBC (2021) | Goldman Sachs is Close to Offering Bitcoin and Other Digital Assets to Its Wealth Management Clients
CNBC (2021) | Guggenheim’s Scott Minerd Warns Bitcoin Could Plunge 50% Near Term
Coindesk | Bitcoin
Financial Review (2021) | Bitcoin Plunges in Biggest Drop Since February
Futurism (2021) | Analyst Predicts 50 Percent Drop in Bitcoin Value
The Conversation (2018) | How Low Will Bitcoin Now Go? The History of Price Bubbles Provides Some Clues

