Apa Itu Kapitalisme?
2 min read
Belakangan ini sering terdengar umpatan-umpatan seperti: “Kapitalis banget loe! Ah, dasar kapitalis! Dan seterusnya” pada orang yang dianggap pelit dan egois. Tapi, apakah penggunaan kata tersebut sudah tepat? Lalu, apa sebenarnya kapitalis itu?
Definisi Kapitalisme
Menurut Ensiklopedia Britannica, kapitalisme merupakan sistem ekonomi yang mengakui kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi. Artinya, setiap individu diberikan kebebasan penuh untuk melakukan kegiatan ekonomi untuk memperoleh keuntungan.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kapitalisme merupakan sistem dan paham ekonomi (perekonomian) yang modalnya (penanaman modalnya & kegiatan industrinya) bersumber pada modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasar bebas.
Dalam sistem ekonomi ini, setiap individu memiliki hak dan kebebasan penuh untuk mengambil manfaat atas harta atau kekayaannya sebagai alat produksi dan berusaha.
Di dalam ekonomi kapitalis, setiap mode produksi atau usaha bertujuan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya produksi sekecil-kecilnya.
Sejarah Awal Kapitalisme
Kapitalisme sebenarnya gak punya definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16.
Istilah kapitalisme seringkali dilekatkan pada Adam Smith, Bapak Ekonomi yang menuliskan buku berjudul “The Wealth of Nations”. Dalam buku tersebut, Adam Smith meletakkan kerangka awal konsep kapitalisme. Meskipun, ia sendiri gak pernah menggunakan istilah tersebut.
Menurut Adam Smith, setiap individu harus diberikan kebebasan dalam menjalankan kegiatan ekonomi dan meraup keuntungan sebesar-besarnya. Ketika seseorang mendapatkan keuntungan, maka sebagian keuntungannya akan diinvestasikan lagi untuk melebarkan usahanya.
Konsekuensi dari melebarnya usaha adalah terbukanya lapangan kerja baru. Oleh karena itu, Adam Smith menyimpulkan bahwa ketika seseorang berusaha mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendiri, maka secara otomatis akan berdampak baik juga terhadap masyarakat.
Masih di dalam buku The Wealth of Nations, Adam Smith mengatakan perlunya spesialisasi dan pembagian kerja pada setiap orang. Dengan adanya pembagian kerja, setiap orang akan memiliki kemampuan yang spesifik dan handal. Nah, dengan begitu maka masyarakat akan saling membutuhkan satu sama lain dalam kegiatan produksi barang dan jasa.
Ekonomi akan semakin tumbuh karena semua orang mendapatkan upah dan saling membutuhkan.

Ciri-ciri Kapitalisme
Menurut Umer Chapra, lima ciri kapitalisme adalah:
- Percaya bahwa pengejaran kekayaan dapat dipercepat, produksi maksimum dan pemuasan keinginan sesuai dengan preferensi individu sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat secara umum.
- Memberikan kebebasan seluas-luasnya terhadap individu untuk mengelola usahanya dan mengejar keuntungan sebesar-besarnya.
- Inisiatif individu dan pengambilan keputusan dalam pasar bebas sebagai syarat efisiensi optimum alokasi sumber daya.
- Minimnya peran pemerintah dalam mengatur harga pasar.
- Pemenuhan kepentingan pribadi oleh semua individu secara otomatis akan memenuhi kepentingan kolektif masyarakat.
Kelebihan Kapitalisme
- Efisien dalam menggunakan sumber daya dan mendistribusikan barang.
- Setiap individu jadi lebih kreatif sehingga memunculkan inovasi baru yang memudahkan masyarakat.
- Pertumbuhan ekonomi yang cepat karena persaingan pasar.
- Adanya penghargaan pada kerja keras individu dalam bisnis.
- Konsumen mendapatkan harga dan kualitas terbaik dari produk dan jasa yang ada di pasar karena adanya persaingan antar usaha yang memperebutkan konsumen.
Kelemahan Kapitalisme
- Berpotensi munculnya pasar persaingan tidak sempurna dan pasar persaingan monopolistik.
- Persaingan dapat menimbulkan konflik dan ketidakadilan karena pemimpin pasarnya adalah pengusaha besar.
- Ekonomi jadi berorientasi pada uang sehingga perusahaan akan memiliki sudut pandang yang materialistik.
- Profit dijadikan sebagai tujuan utama dalam berbisnis sehingga perusahaan besar akan mengambil alih perusahaan kecil.
- Eksploitasi sumber daya alam demi keuntungan sebesar-besarnya.
- Kesenjangan dalam distribusi antar individu dan sarana-sarana produksi yang terpusat pada satu kelompok.
Nah, itulah pembahasan tentang kapitalisme agar Sobat gak salah lagi menggunakan istilah kapitalis. Memang istilah tersebut memiliki konotasi negatif di benak banyak orang, namun mayoritas negara saat ini menerapkan sistem ekonomi kapitalisme, lho! Termasuk juga Indonesia.
Simak terus blog dan instagram Dompet Kilat untuk mendapatkan informasi seputar dunia kerja, keuangan, ekonomi, bisnis dan lain sebagainya.
Referensi:
Britannica | Capitalism
IMF, International Monetary Fund (2015) | What Is Capitalism?
Investopedia (2021) | Adam Smith and The Wealth of Nations
Yahoo Finance (2016) | The 10 Most Capitalist Nations in the World

