Mengenal Istilah Pivot dalam Bisnis
3 min read
Pernahkah kamu mendengar istilah pivot dalam bisnis? Apa sih sebenarnya arti dari kata pivot itu? Nah, kamu berada pada halaman yang tepat. Kali ini MiKi akan menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan pivot dalam dunia bisnis.
Apa itu Pivot?
Istilah pivot sebenarnya diambil dari gerakan pada olahraga basket, yaitu ketika satu kaki menjadi tumpuan dan kaki yang satunya lagi mengubah arah untuk mencari posisi yang lain.
Pivot dalam permainan bola basket biasanya dilakukan ketika sedang dalam kondisi mati langkah dan dijaga ketat oleh pemain lawan. Namun, tujuan dan visinya tetap memasukkan bola ke dalam keranjang.
Hal ini juga dapat disamakan pada dunia bisnis. Di mana ketika bisnis sedang mengalami kesulitan, pelakunya mengubah arah dan strateginya tanpa mengubah visi dan tujuannya.
Pivot bisnis biasanya terjadi ketika perusahaan membuat perubahan mendasar pada bisnis mereka setelah menemukan bahwa produk yang mereka pasarkan tidak terlalu sesuai dengan kondisi di lapangan.
Untuk memenuhi tujuan utama perusahaan, yaitu mencari keuntungan sebesar-besarnya, perusahaan mencoba memasarkan produk baru yang sekiranya lebih disukai oleh masyarakat.
Dalam buku karangan Eric Ries yang berjudul “The Lean Startup”, pivot didefinisikan sebagai koreksi terstruktur yang dirancang untuk menguji hipotesis fundamental baru tentang produk, strategi dan potensi pertumbuhan.
Kapan Pivot dalam Bisnis Dibutuhkan?
Sebelum melakukan pivot, pemilik usaha perlu memperhatikan saat yang tepat agar dapat membawa hasil yang maksimal. Berikut adalah waktu-waktu terbaik untuk melakukan pivot:
- Adaptasi Pasar
Tren dunia usaha dan selera konsumen selalu berubah. Hal ini membuat seorang pemilik usaha harus bisa menyesuaikan pasar agar produknya mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada. Oleh karena itu, perusahaan akan melakukan pivot sebagai solusi supaya produk mereka dapat diterima pelanggan.
- Kalah dari Kompetitor
Ketatnya persaingan di dunia usaha membuat produk yang sudah dirilis bisa saja dikalahkan kompetitor. Apabila hal ini terus terjadi, penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan langkah pivot dalam bisnis, misalnya mengubah produk, menambah fitur, mengubah strategi marketing, atau inovasi teknologi lainnya agar bersaing dengan kompetitor lainnya.
- Pertumbuhan Stagnan
Di dunia usaha, salah satu ukuran yang baik dalam melihat kinerja perusahaan adalah pertumbuhan. Apalagi di dunia startup yang menjadikan pertumbuhan sebagai prioritas utama. Nah, ketika pertumbuhan perusahaan stagnan maka perlu melakukan pivot untuk menunjang pertumbuhan.
- Semangat Tim Menurun
Seringkali ketika perusahaan sudah mulai stabil, semangat tim mulai menurun karena merasa kurang ada tantangan lagi. Di saat-saat seperti ini, perusahaan bisa jadi melakukan pivot untuk menumbuhkan semangat pada tim.
- Pivot pada Market yang Prospek
Pivot dalam bisnis juga dapat dilakukan ketika ada pasar yang potensial yang sekiranya dekat atau masih masuk target pasar dari produk yang sebelumnya sudah diluncurkan. Pivot ini biasanya dilakukan untuk menambah pertumbuhan dan revenue dari perusahaan.
Jenis Strategi Pivot dalam Bisnis
Mengingat pivot dalam bisnis merupakan keputusan penting yang mengandung risiko, perusahaan harus mempertimbangkannya secara matang, yakni dengan memilih salah satu jenis strategi di bawah ini.
- Market Segment Pivot
Pivot dalam bisnis dapat dilakukan ketika ternyata target konsumen Anda keliru. Oleh karena itu, lakukan perubahan dengan cara membidik segmen pasar yang baru.
- Customer Problem Pivot
Salah satu jenis pivot bisnis adalah strategi mengubah fungsi suatu produk. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan selera konsumen pada segmen yang sama.
- Product Feature Pivot
Kamu juga bisa mengubah fitur suatu produk agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, apa yang diproduksi perusahaan mampu menjadi solusi atas masalah penggunanya.
- Revenue Model Pivot
Revenue Model Pivot adalah pengaturan ulang terhadap harga suatu produk dalam rangka meningkatkan keuntungan. Biasanya, langkah ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang memberikan subscription atau lisensi atas produknya.
- Technology Pivot
Pivot jenis ini adalah perubahan dalam hal teknologi agar lebih mudah digunakan dan mampu mengatasi permasalahan konsumen.
- Product vs Service Pivot
Pivot dalam bisnis juga dapat dilakukan dengan memberikan support service sebagai pendukung produk. Jadi, konsumen akan merasa terbantu apabila mereka menemukan kesulitan dalam menggunakan layanan kamu.
- Sales Channel Pivot
Sales Channel Pivot adalah upaya memaksimalkan penjualan dengan mencari langkah distribusi yang tepat, misalnya melalui e-commerce atau partner bisnis.
Beberapa Perusahaan yang Berhasil Setelah Pivot
1. Instagram
Saat ini instagram dikenal sebagai salah satu media sosial yang populer. Namun sebelum menjadi seperti sekarang, Instagram sebetulnya adalah prototipe sederhana yang dibangun Kevin Systrom sambil belajar programming.
Pada awalnya, Instagram yang dikenal sebagai Burbn yang memiliki fitur check-in, opsi unggah foto dan deretan fungsi lainnya. Namun, Systrom dan co-founder Mike Krieger merasa aplikasi ini masih terlalu berantakan.
Mereka pun memutuskan untuk mengurangi fiturnya hanya menjadi fitur unggah, berkomentar dan like. Aplikasi ini pun berganti nama menjadi Instagram seperti sekarang.
2. Slack
Pendiri Slack yakni Stewart Butterfield dikenal sebagai seorang “pivoters” yang sukses. Setelah menjual Flickr, perusahaan Butterfield bernama Tiny Speck mengembangkan game bernama Glitch yang diluncurkan pada tahun 2011.
Pada tahun 2012, Butterfield menyatakan konsep Gitch tidak layak. Namun, platform komunikasi internal yang diciptakan perusahaan ini untuk berkomunikasi antara kantor cabangnya di AS dan Kanada dilihat memiliki peluang.
Akhirnya platform komunikasi itu diluncurkan dengan nama Slack pada tahun 2014 dan berhasil menjadi unicorn pada tahun yang sama.
3. YouTube
Sebelum populer seperti sekarang, YouTube bukanlah tempat di mana kamu bisa mencari banyak video yang lucu dan tengah naik daun.
YouTube awalnya adalah situs kencan yang memungkinkan para penggunanya mengunggah video tentang diri mereka untuk membicarakan apa saja yang mereka inginkan dalam pasangan.
Namun saat itu hanya sedikit orang yang memanfaatkan fitur ini, sehingga pendiri YouTube pun melakukan pivot dan membiarkan semua penggunanya untuk mengunggah video apa pun yang mereka inginkan.
4. Netflix

Sama seperti YouTube, pada awalnya Netflix bukanlah platform streaming konten video. Perusahaan ini awalnya mengoperasikan layanan pesan antar untuk DVD yang disewakan.
Namun seiring meningkatkan permintaan akan konten digital, Netflix pun tidak hanya mulai menawarkan akses kepada film dan acara TV secara online tapi juga mulai memproduksi program aslinya sendiri.
5. Twitter
Twitter diluncurkan pada tahun 2005 dengan nama Odeo, sebuah platform untuk menemukan dan berlangganan podcast. Namun Odeo pun memutuskan untuk melakukan pivot. Karyawan perusahaan diberikan waktu dua minggu untuk mencari ide baru.
Saat itu co-founder Twitter, Jack Dorsey yang pertama memperkenalkan ide untuk menciptakan platform microblogging dimana penggunanya dapat membagikan dan membaca update status secara real-time yang kini dikenal sebagai twitter.
Twitter sendiri kini tidak hanya digunakan untuk berbagi pembaruan status, tapi juga platform untuk banyak hal seperti jurnalisme warga.
Nah, itulah informasi seputar pivot dalam dunia bisnis. Kami berharap informasi ini dapat berguna untuk kamu, khususnya bagi kamu yang memiliki usaha. Simak informasi seputar keuangan, ekonomi, bisnis dan self enhancement di Dompet Kilat
Referensi:
Founder Institute (2018) | What Pivoting Is, When to Pivot and How to Pivot Effectively
Investopedia (2021) | Pivot

