Kita Semua Bisa Membantu Penguatan UMKM Lewat Fintech Dompet Kilat
3 min read
Pertumbuhan ekonomi adalah jantung peradaban modern saat ini. Untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk yang eksponensial, satu-satunya jalan adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kenapa begitu? Sebab, pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Apa yang terjadi kalau pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi? Akan ada banyak penduduk yang tidak mendapatkan kue ekonomi atau pendapatan. Singkatnya, pengangguran. Hal ini akan berdampak buruk bagi sebuah wilayah. Pengangguran menyebabkan kemiskinan, kemiskinan memicu kriminalitas, kebodohan dan segala hal buruk lainnya.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi sangat vital di sebuah peradaban yang populasinya terus tumbuh. Nah, pada tahun 2030 – 2040 diperkirakan Indonesia akan mengalami bonus demografi. Artinya, jumlah penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif. Jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi akan menjadi malapetaka.
Tanpa pertumbuhan ekonomi, tidak banyak lapangan kerja baru sehingga penduduk usia produktif tidak terserap dengan baik untuk bekerja dan menjadi pengangguran.
Ada dua konsekuensi dari buruknya pertumbuhan ekonomi:
Pertama, negara akan membuka investasi asing besar-besaran untuk menekan angka pengangguran. Sedikitnya lapangan kerja akan membuat tenaga kerja jadi murah. Investor asing itu akan dengan senang hati berinvestasi di sini karena tenaga kerjanya murah.
Kedua, angka pengangguran yang tinggi tanpa diiringi usaha yang serius untuk menanggulanginya bisa berakibat buruk. Ketidakstabilan politik, ketidakstabilan ekonomi, kriminalitas, terorisme dan hal-hal buruk lainnya.
Dua hal ini bukanlah skenario yang diinginkan banyak orang. Namun, ada satu jalan keluar yang bisa kita manfaatkan bersama, yaitu penguatan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
Memanfaatkan Teknologi untuk Penguatan UMKM

Memang harus diakui bahwa pemerintah memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tetapi, hari ini kita bisa juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam hal penguatan UMKM.
Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2019, penyerapan tenaga kerja dari UMKM secara nasional mencapai 97 persen. Selain itu, UMKM juga menyumbang 14,17 persen dari total ekspor nasional.
Penguatan UMKM dapat dipastikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke titik maksimal. Tambahan pendapatan yang dihasilkan bisa membuat lapangan kerja baru. Potensi inilah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya guna menghadapi bonus demografi di Indonesia.
Masalah utama dari UMKM adalah akses permodalan yang sulit. Banyak UMKM yang belum memiliki legalitas dan lain sebagainya, sehingga sulit untuk mendapatkan modal dari Bank konvensional. Apa lagi, Bank mengharuskan adanya jaminan ketika seseorang ingin meminjam uang untuk usaha produktif.
Nah, perkembangan teknologi hari ini dapat mengatasi persoalan ini. Financial Technology atau Fintech hadir sebagai solusi dari persoalan tersebut. Fintech yang fokus dalam peer to peer lending seperti Dompet Kilat bisa memberikan akses permodalan pada UMKM yang belum memenuhi syarat mendapatkan pinjaman sulit mendapatkan modal dari perbankan konvensional.
Fintech punya beberapa keunggulan dari Bank konvensional karena memanfaatkan teknologi. Beberapa modal yang dimiliki Fintech antara lain dari sisi kecepatan, contactless, data dan sistem credit scoring yang efektif karena berbasis teknologi.
Semakin populernya dompet digital juga membuat lebih banyak orang yang bisa diakses oleh Fintech. Tidak perlu lagi repot-repot daftar ke Bank untuk mendapatkan rekening dan dompet digital. Sekarang cukup bermodalkan smartphone dan internet, setiap orang dengan mudahnya bisa memiliki dompet digital.
Berkat kemudahan ini, perintis UMKM dapat memperoleh modal dengan sangat mudah. Di tahun 2020 saja, Fintech peer to peer lending seperti Dompet Kilat menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 110 miliar! Pinjaman modal tersebut disalurkan untuk usaha produktif seperti budidaya udang, pakan unggas, pinjaman petani dan modal kerja lainnya.
Akses permodalan yang mudah ini akan sangat membantu penguatan UMKM dalam mengembangkan usahanya. Penguatan UMKM yang tumbuh sekitar 10 persen saja berpotensi menumbuhkan pendapatan negara sekitar 1,872 triliun atau setara pertumbuhan PDB sebesar 8 persen!
Kombinasi Fintech dan UMKM ini sangat luar biasa. Potensi yang bisa dihasilkan juga bukan main-main. Pertumbuhan ekonomi akan meningkat, lapangan pekerjaan terbuka lebar, bonus demografi bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengantarkan Indonesia keluar dari jebakan negara berkembang.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Pandemi Covid-19 membuka mata banyak orang betapa pentingnya literasi finansial. Kita bisa saja sewaktu-waktu diberhentikan oleh perusahaan. Bagi mereka yang punya usaha mapan, bisa saja tiba-tiba mengalami kebangkrutan karena situasi dan kondisi yang tidak bisa diprediksi seperti pandemi.
Semua orang pasti tahun bahwa menyisihkan dana untuk hari esok sangatlah penting. Hemat pangkal kaya. Banyak dari kita yang didorong untuk rajin menabung guna memiliki kemampuan finansial yang lebih baik di hari esok.
Ternyata ada hal yang lebih baik dibandingkan menabung, yaitu berinvestasi. Ya, investasi sebetulnya adalah bentuk lain dari menabung. Hanya saja uang yang kita investasikan berpotensi untuk bertambah besar. Instrumen investasipun menjadi populer belakangan ini. Ada deposito, obligasi, reksadana, saham dan lain sebagainya.
Semua instrumen investasi itu memiliki manfaat dan risikonya masing-masing. Tapi, kalau kamu ingin berinvestasi sekaligus membantu penguatan UMKM, tidak ada pilihan yang lebih baik dibandingkan Fintech peer to peer lending seperti Dompet Kilat.



Bagaimana bisa? Singkatnya, kamu berinvestasi sejumlah uang ke Fintech, setelah itu Fintech menyalurkan uang kamu itu sebagai modal untuk UMKM. Nah, begitu UMKM ini mendapatkan suntikan modal dan usahanya berkembang, kamu akan mendapatkan sebagian keuntungan dari mereka.
UMKM senang usahanya bisa berkembang, kamu juga senang karena uang yang kamu investasikan mendapat bunga dan berkembang. Dompet Kilat memberikan bunga sebesar 18 persen per tahun bagi pemberi pinjaman. Ini angka yang sangat tinggi. Bandingkan saja dengan deposito di Bank yang hanya memberikan bunga sekitar 5 – 6 persen per tahun.
Jadi selain menabung untuk mengejar kebebasan finansial, berinvestasi di Fintech peer to peer lending seperti Dompet Kilat berarti berkontribusi guna membantu usaha kecil untuk mendapatkan akses modal dan mendorong penguatan UMKM. Pada skala besar, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan membantu membuka lapangan kerja.
Dengan langkah sederhana ini, masyarakat dari latar belakang apapun bisa secara langsung membantu pertumbuhan ekonomi skala nasional. Pengusaha terbantu dengan mudahnya mendapatkan pinjaman modal. Jika bisnis tumbuh = lapangan kerja terbuka semakin lebar = daya beli masyarakat naik = kompetisi bisnis semakin sehat = inovasi bermunculan = masyarakat semakin terbantu.
Kemiskinan bisa dibilang sebagai lingkaran setan yang menghasilkan siklus keburukan dan kejahatan. Hal ini hanya bisa diatasi dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. Nah, boleh jadi pertumbuhan ekonomi yang baik adalah lingkaran malaikat yang bisa menghasilkan siklus kebaikan.
Kalau kamu sedang mencari instrumen investasi dan tempat menabung yang tepat, kenapa tidak mencoba Dompet Kilat yang bisa memberikan keuntungan besar sekaligus membantu pengusaha kecil dalam mengembangkan usahanya? Tunggu apa lagi? Mari berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi lewat penguatan UMKM!
Berinvestasi di Fintech peer to peer lending seperti Dompet Kilat juga sangat mudah. Kamu hanya perlu unduh aplikasinya di smartphone, ikuti instruksi yang dijelaskan dan voila! Kamu bisa menabung, berinvestasi dan membantu pengusaha kecil mendapatkan modal.
Penulis: Fadhel Yafie

