DK Blog

Dompet Kilat Blog

Perhatikan Hal Ini Sebelum Menggunakan Layanan Paylater!

3 min read
layanan paylater biasa digunakan pada ecommerce

Image by Mudassar Iqbal from Pixabay

Pandemi Covid-19 mempengaruhi jutaan pekerja di Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 29,12 juta pekerja usia produktif terdampak pandemi. 2,56 juta diantaranya terkena PHK. Data ini menjelaskan alasan menurunnya daya beli masyarakat dan membuat pertumbuhan ekonomi terkontraksi sampai minus dan Indonesia sedang mengalami resesi.

Seiring dengan menurunnya daya beli masyarakat, layanan cicilan tanpa kartu kredit untuk pembelian barang di platform e-commerce mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Layanan ini disebut sebagai buy now pay later.

Sederhananya, layanan ini memungkinkan konsumen untuk membeli barang dengan menangguhkan pembayaran dengan tenggat waktu tertentu.

Peminat layanan ini terus bertambah, seiring dengan masifnya penggunaan e-commerce untuk memenuhi berbagai jenis kebutuhan di tengah menurunnya daya beli.

Menurut data Fintech Report 2019 yang dirilis oleh DailySocial.id, layanan paylater (56,7%) jadi favorit ketiga setelah dompet digital (82,7%) dan aplikasi investasi (62,4%). Pada Fintech Report 2020, layanan paylater mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi favorit kedua (72,5%) di bawah dompet digital (82,2%) dan aplikasi investasi (57,3%).

Penyebab Naiknya Penggunaan Layanan Paylater

Terdapat tiga faktor penyebab naiknya penggunaan layanan ini, antara lain:

Pertama, dampak pandemi membuat banyak orang mengalami kesulitan ekonomi seperti PHK dan pemotongan gaji. Hal ini membuat mereka tertarik untuk menggunakan jasa paylater untuk mengatur arus keuangannya tetap rapi. Selain itu, banyak pula yang melakukan kredit dengan menggunakan jasa paylater.

Kedua, tren pertumbuhan konsumen e-commerce Indonesia semakin tumbuh terutama karena pandemi yang mengharuskan orang-orang untuk berbelanja secara daring. Menurut laporan McKinsey, industri e-commerce Indonesia diproyeksikan bernilai US$ 40 miliar di tahun 2022 mendatang. Sementara per tahun 2019, industri e-commerce Indonesia baru menyentuh angka US$ 21 miliar.

Ketiga, rendahnya kepemilikan kartu kredit dari perbankan. Menurut data Bank Indonesia, per Februari 2020 tercatat 17,61 juta kartu kredit yang beredar. Angka ini sangat rendah jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa. Kekosongan ini dimanfaatkan oleh fintech yang menyediakan jasa paylater.

Jasa paylater ini sebetulnya gak cuma ada pada industri yang bergerak pada jual-beli barang. Saat ini, beberapa platform pendidikan yang memberikan kursus juga memiliki jasa ini. Ya, mirip-mirip dengan student loan di Amerika Serikat.

Glints Academy, Binar Academy, Hacktiv8, Arkademy dan lain sebagainya menyediakan jasa kursus daring untuk menjadi software engineer, developers, desain grafis dan lain-lain tanpa dipungut biaya awal. Biayanya bisa dibayarkan setelah kamu mendapat pekerjaan dengan pemotongan gaji. Nah, hal ini bisa juga disebut sebagai jasa paylater dalam industri yang berbeda.

Kelebihan Menggunakan Layanan Paylater

Layanan paylater hadir di tengah masyarakat sebagai solusi transaksi di berbagai e-commerce dan di aplikasi dompet digital. Jika kamu ingin membeli sesuatu secara kredit tanpa memiliki kartu kredit, kamu bisa memanfaatkan jasa layanan paylater. Atau bisa jadi kamu belum gajian dan ingin membeli sesuatu, maka bisa juga menggunakan jasa layanan paylater seperti pembayaraan selama 30 hari.

Apakah kamu tertarik untuk menggunakan layanan ini? Mari disimak dulu keuntungan yang bisa diperoleh:

1.  Lebih Praktis dan Proses Cepat

Berkat pemanfaatan teknologi, layanan fintech memiliki kemudahan dan kecepatan yang melampaui bank konvensional. Bisa dibilang layanan paylater ini sangat praktis dengan syarat yang ringan. Kamu hanya perlu mendaftar melalui smartphone dan mengirimkan data-data pribadi seperti foto selfie, foto KTP, status pekerjaan dan lain sebagainya.

Kalau persetujuan kartu kredit di bank memakan waktu kurang lebih beberapa hari, fintech yang menyediakan layanan paylater hanya membutuhkan hitungan jam sebelum kamu dapat menggunakan layanan tersebut.

Layanan ini sangat praktis untuk membantu ketika ada kebutuhan mendesak. Misalnya, kamu ingin memesan makanan tetapi belum gajian. Kamu tetap bisa makan dengan layanan paylater yang juga sudah tersedia di aplikasi GoFood dan Grabfood.

2.  Cicilan Bervariasi, Tenor dari 1 Bulan hingga 1 Tahun

Daftar aplikasi layanan paylater memberikan pilihan tenor cicilan yang bervariasi. Mulai dari 1 bulan hingga 1 tahun. Kamu bisa menentukan atau mengaktifkan layanan paylater sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu. Perlu diperhatikan, bunga yang diberikan juga berbeda-beda tiap pilihan tenor.

3.  Banyak Promo yang Ditawarkan

Hal ini adalah salah satu daya tarik dari layanan paylater. Bayangkan, berhutang saja ada promonya. Siapa yang gak tertarik dengan hal ini? Ada pula yang menawarkan bunga 0% jika menggunakan paylater selama 30 hari atau satu bulan.

E-commerce juga banyak yang memberikan promo khusus bagi kamu yang melakukan pembayaran dengan layanan paylater saat membeli barang-barang.

Kekurangan Menggunakan Layanan Paylater

Jangan senang dulu dengan kelebihan-kelebihan yang ditawarkan oleh layanan ini. Percayalah, gak ada produk yang benar-benar sempurna 100% di dunia ini. Apalagi jika berbicara soal dunia keuangan. Prinsipnya adalah high risk, high return. Ada kelebihan ada pula kekurangan.

Dengan memahami risiko apa yang dikandung oleh layanan paylater, kamu bisa jadi lebih bijak sebelum menggunakannya. Berikut beberapa kekurangan layanan paylater:

1.  Hutang Bertumpuk

Meskipun penggunaannya praktis dan cepat, layanan paylater ini tetap saja masuk dalam kategori hutang. Bagi kamu yang doyan belanja, bisa jadi karena kepraktisan dan kecepatannya ini kamu masuk dalam perangkap untuk terus melakukan belanja meskipun kondisi keuangan sedang cekak.

Kamu bisa membeli banyak barang dengan cicilan 30 hari ke depan dengan berharap kalau sudah gajian maka kamu bisa melunasinya dengan mudah. Namun, penggunaan terus-terusan dan menambah cicilan lama kelamaan bisa membuat hutang kamu bertumpuk dan sulit untuk membayarnya.

2.  Kondisi Keuangan Berantakan

Nah, karena uang gajimu kebanyakan dibayar untuk melunasi cicilan paylater yang kamu gunakan sebelumnya, akhirnya kondisi keuanganmu jadi berantakan. Kamu jadi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk makan, transportasi atau membeli kopi untuk menambah energimu saat bekerja.

Tanpa pertimbangan yang baik, layanan paylater ini bisa jadi bumerang untuk kamu yang senang berbelanja. Kamu berpotensi menjadi orang yang “gali lubang tutup lubang”. Artinya, berhutang untuk membayar hutang yang lain.

3.  Nilai Skor Kredit Turun

Pembayaran menggunakan layanan paylater memiliki pengaruh terhadap skor kredit di perbankan. Penyedia jasa cicilan biasanya memiliki skor kredit terhadap seseorang yang mengajukan kredit. Siapa tahu di masa depan nanti kamu ingin membeli kendaraan, rumah atau bahkan modal usaha di bank.

Nah, kalau skor kredit kamu buruk, bisa jadi nanti kamu ditolak saat mengajukan cicilan-cicilan yang penting seperti itu. Tidak ada yang bisa memastikan apa yang terjadi di masa depan. Siapa tahu kamu ada kebutuhan mendesak dan tidak bisa membayar cicilan paylater atau tidak membayar tepat waktu.

4.  Bunga dan Denda Layanan Paylater

Kamu harus memperhatikan betul persyaratan dan perjanjian yang ditawarkan penyedia layanan paylater. Jangan sampai kamu terlena karena kepraktisan dan kemudahannya sehingga malah merugikan kondisi keuanganmu.

Kamu harus pahami bunga cicilan yang harus dibayar, beban biaya yang ditanggung dan denda apabila terlambat melakukan pembayaran. Hal ini pasti berbeda-beda dari setiap penyedia layanan paylater dan tenor yang kamu pilih.

Bijaklah dalam Memanfaatkan Teknologi

Layanan paylater merupakan terobosan baru dari teknologi yang sangat berguna bagi banyak orang. Namun, kita harus bijak dalam memanfaatkan teknologi baru ini. Jangan sampai kita malah terlena dengan kepraktisan dan kemudahannya yang justru membuat kita terjerembab dalam tumpukan hutang.

Ingat, bagaimanapun paylater tetaplah hutang. Dan yang namanya hutang kamu tetap harus membayarnya. Boleh-boleh saja menggunakan paylater untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keinginanmu untuk membeli barang.

Hanya saja, kamu harus bijak dan mempertimbangkan banyak hal. Bisa jadi kamu tergoda dengan beberapa hal hari ini tanpa memikirkan kondisi finansial kamu dan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Akhirnya kamu jadi orang yang “gali lubang tutup lubang”.

Nah, itulah rekomendasi dari tim Dompet Kilat untuk kamu yang ingin menggunakan layanan paylater. Kenali dulu kelebihan dan kekurangannya sebelum menggunakannya. Bandingkan juga dengan beberapa penyedia jasa paylater dan cocokkan dengan profil risikomu. 

Penulis: Fadhel Yafie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.