Jenis Fintech

Teknologi bisa dibilang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Segala dimensi kehidupan sudah mulai tidak bisa dilepaskan dari pengaruh teknologi, baik itu urusan birokrasi, social, bahkan keuangan.

Dari sisi keuangan sendiri, Teknologi keuangan sedang mengalami peningkatan yang cukup pesat, baik perusahaan penyedia jasa, pengguna, serta transaksi yang terjadi. Pada tahun 2018 kemarin, seperti yang disampaikan oleh Detik, Kepala Subbagian Perizinan Fintech di Direktorat Pengaturan, Pengawasan, dan Perizinan Fintech OJK, Alvin Taulu mengatakan, hingga 2018 kemarin total transaksi dari industri fintech peer to peer (P2P) lending mencapai Rp 26 triliun.

Bahkan disebutkan pula bahwa peningkatan peminjam dari Fintech P2P Lending meningkat sebear 17 kali. Meskipun begitu, masih banyak pula kalangan masyarakat yang tidak memahami perbedaan dari berbagai jenis Fintech yang ada di Indonesia.

Salah satu jenis yang cukup popular dan sudah disebutkan sebelumnya yaitu Fintech Peer to Peer (P2P) Lending, yaitu layanan pinjaman dana pada masyarakat. Dengan dana berasal dari masyarakat itu sendiri, investor, maupun dari perusahaan yang membangun platform tersebut.

P2P Lending menjadi fintech yang cukup dikenal masyarakat karena menjawab berbagai kebutuhan masyarakat yang beragam serta tuntutan pemenuhan kebutuhan yang cepat. DompetKilat ialah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Fintech P2P Lending dan telah terdaftar di OJK. Menurut CNBC Indonesia, fintech jenis ini menempati peringkat dua teratas dengan presentase 24 %.

Jenis lainya yang tidak kalah popular ialah Fintech Payment, atau dalam istilah lain dikenal sebagai e-wallet. Dengan maraknya diskon dan banyaknya tenant yang bemitra, tidak heran bahwa Fintech Payment seperti OVO, Gopay, dan LinkAja cukup diminati dan meraup pengguna yang cukup massif.

Kembali mengacu pada CNBC Indonesia, Fintech Payment menduduki posisi terpopuler dengan presentase sebesar 39%. Selain itu, adapula jenis lain yaitu risk and investment management, dengan perusahaan sebagai penyedia jasa perencanaan keuangan yang akan membantu pengguna menentukan investasi apa yang cocok da sesuai dengan profil resiko pengguna. Contoh dari fintech jenis ini adalah Bareksa,dan Investree.

Berbagai macam jenis yang telah disebutkan diatas ialah jenis-jenis fintech yang perlu diketahui agar dalam penggunaanya tidak mengalami masalah dan lebih tepat dalam pengelolaan keuangan. Pada dasarnya, fintech hadir untuk mempermudah masyarakat dalam urusan keuangan dan tidak terbatas oleh minimnya akses di suatu wilayah. Meskipun begitu, sebagai masyarakat yang melek keuangan, perlu untuk mengetahui resiko dalam penggunaanya, serta bijak dalam memilih perusahaan fintech yang tepat.

 

Article ini di tulis oleh:

Arkan Perdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here