Beberapa hari belakangan, ramai jadi perbincangan di jagad maya tentang menara Saidah, bangunan bekas gedung perkantoran di bilangan Jakarta Selatan yang telah lama tidak berpenghuni ini menjadi spot angker karena dianggap sebagai kerajaan kuntilanak. Tak hanya itu, gedung ini juga menghebohkan jagad maya karena gedung ini dianggap miring sehingga menarik banyak pihak untuk mengulik lebih jauh tentang gedung ini.

Salah seorang pengguna twitter sempat mengabadikan momenya berada di dalam Menara Saidah dan menunjukan berbagai isi dari gedung kosong tersebut. Selain memiliki arsitektur dan ornamen khas Yunani, gedung yang terakhir beroperasi pada tahun 2009 ini masih memiliki berbagai peralatan kantor seperti komputer dan telefon.

Mengutip dari Kompas.com, Menara Saidah mulai dibangun pada tahun 1995 oleh kontraktor PT Hutama Karya dan selesai pada tahun 1998. Awalnya, gedung ini dimiliki oleh PT.Mustika Ratu, namun setelah melalui berbagai lelang akhirnya dimiliki oleh Keluarga Saidah. Nama Saidah sendiri diambil dari nama pemiliknya, Saidah Abu Bakar Ibrahim. Saidah Abu Bakar Ibrahim merupakan mertua dari pemain film dan sinetron Inneke Koesherawati. Harian Kompas, 2 September 1999 menyebutkan, bangunan tersebut pernah menjadi kantor Sekretariat Panitia Pemilihan Umum (PPI) 1999.

Gedung ini pada masanya cukup populer karena meskipun tidak berada di wilayah perkantoran elit, gedung ini memiliki harga sewa yang relatif murah sehingga banyak perusahaan yang berani menyewa kantor digedung ini. Salah satu yang sempat menjadi ‘penunggu’ gedung ini ialah stasiun tv swasta ANTV. Sebelum memiliki kantor sendiri di wilayah epicentrum, ANTV memiliki kantor yang tersebar di berbagai tempat, salah satunya di Menara Saidah ini. Setelah ramai isu angkernya gedung ini dari warga sekitar, gedung inipun mulai ditinggalkan para penghuninya.

Artikel lain tentang Ekonomi

Miring, dan Bekas Tanah Pemakaman.

 

Image result for Menara Saidah

Bersumber dari warga sekitar, gedung ini ternyata awalnya adalah tanah pemakaman warga, dan pada saat proses pembangunan sendiri dinyatakan masih banyak jenazah yang belum dipindah namun tetap dilaksanakan penggusuran demi pembangunan gedung ini. Selain itu, pada proses pembangunan sendiri masih memakan korban dengan banyak pekerja yang sakit hingga meninggal.

Kabar lain tentang ditinggalkanya Gedung Saidah ini ialah bangunan gedung yang dirasakan miring setelah mengalami renovasi. Namun, kontraktor membantah bahwa saat direnovasi pada 2000-an silam, gedung ini tidak miring sama sekali. Sedangkan para penghuni gedung menyatakan bahwa mereka merasakan kemiringan dari gedung tersebut dan dikhawatirkan akan rubuh.

Gedung ini juga sebelumnya sempat heboh pada saat pembangunan LRT (Light Rail Transit) pada kisaran 2016 lalu. Pemprov DKI pun sempat mewacanakan untuk merobohkan gedung itu namun kenyataanya hingga saat ini gedung ini masih berdiri kokoh dan tetap meninggalkan berbagai misteri didalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here