instrumen investasi

Kata siapa menabung bikin kaya? Tau ga sih kalau di dunia ini ada yang namanya inflasi? Menurut Bank Indonesia (BI), inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus-menerus. Artinya, kalau kamu menyimpan uang Rp100.000 yang tadinya dapat dipergunakan untuk beli 10 porsi bakso pada tahun ini, tahun depan bisa jadi kamu hanya dapat membeli 9,5 porsi. Dalam kata lain, daya beli yang kamu miliki dari uang Rp100.000 tersebut telah ter-depresiasi. Namun, hal ini dapat ditangani dengan ber-investasi sejak dini, dimana investasi menawarkan return atau imbal hasil yang bermacam-macam dengan profil risiko yang juga bervariasi. Investasi sendiri adalah suatu aktivitas penempatan dana kepada suatu instrumen dengan harapan dana tersebut akan menghasilkan keuntungan melalui proses peningkatan nilai. Definisi ini memperjelas bahwa investasi dan menabung adalah dua hal yang berbeda. Berikut 5 jenis instrumen investasi yang mudah untuk dipahami dan dilakukan untuk membuat kondisi keuanganmu lebih sejahtera!

 

  1. Saham

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Saham yang dapat dibeli di pasar modal adalah saham-saham dari perusahaan yang sudah melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) sehingga tergolong sebagai perusahaan publik. Terdapat dua cara untuk melakukan analisis pergerakan nilai saham, yaitu fundamental (memperhatikan kondisi ekonomi makro dan internal perusahaan) dan juga teknikal (analisis data menggunakan berbagai teknik statistik). Untuk mulai berinvestasi saham, kamu cukup registrasi di perusahaan sekuritas (pialang) yang telah terdaftar di OJK untuk kemudian memilih saham pertama kamu di perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

  1. Obligasi

Obligasi negara adalah suatu obligasi/kewajiban yang diterbitkan oleh pemerintahan suatu negara dimana pemegang obligasi tersebut akan menerima pembayaran dalam jumlah tertentu bergantung kepada jumlah uang yang diinvestasikan dan juga tingkat bunga-nya. Investasi ini cenderung “bebas dari risiko” karena pihak yang berhutang kepada sang investor adalah sebuah negara sehingga risiko kredit macet-nya sangat amat rendah. Di Indonesia, contoh produk investasi ini adalah Surat Utang Negara (SUN) dan Obligasi Republik Indonesia (ORI).

 

  1. Reksadana

Reksdana adalah suatu instrumen investasi yang berisi himpunan dana untuk diinvestasikan ke berbagai instrumen investasi seperti saham dan obligasi. Dana tersebut nantinya akan dikelola oleh seorang manajer investasi. Ber-investasi di reksadana memiliki profil risiko yang cenderung aman karena “wadah” investasi tersebut telah ter-diversifikasi dengan baik. Imbal hasil yang didapat dari ber-investasi di reksadana juga cukup stabil di kisaran 6-10% per tahun.

 

  1. Cryptocurrency

Cryptocurrency adalah suatu mata uang digital/virtual yang dewasa kini dipergunakan juga untuk alat investasi/trading. Namun, volatilitas-nya yang (beberapa) memiliki tingkat yang cukup tinggi membuatnya kurang disarankan untuk investor pemula. Beberapa contoh mata uang digital ini adalah Bitcoin, Ethereum, dan Ripple.

 

  1. P2P Lending

P2P Lending adalah suatu platform yang memungkinkan para pemberi pinjaman untuk memberikan pinjaman kepada individu/bisnis untuk kemudian mendapatkan keuntungan berupa imbal hasil/bunga dan juga sebaliknya. Tingkat pengembalian yang didapatkan ketika meminjamkan pinjaman di P2P Lending bervariasi, bergantung kepada perusahaan penyelenggara aktivitas tersebut. Namun, baik sebagai peminjam maupun pemberi pinjaman, selalu ingat untuk melakukan aktivitas di P2P Lending yang sudah terdaftar dan memiliki izin usaha dari OJK ya, karena pasti lebih aman dan nyaman!investasi

Penulis : Fadli Jihad Dahana S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here