Idonesia Fintech Festival 2019

Indonesia Fintech Festival (IFF) 2019 telah menjadi momen tepat bagi para pelaku industri fintech untuk berlomba menunjukkan eksistensi dan memperkenalkan diri kepada masyarakat dengan ragam fitur dan kemudahan yang ditawarkan. Terutama dalam hal pemberian pinjaman yang bisa diakses oleh masyarakat secara luas tanpa terkecuali.

Industri fintech di Indonesia terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil survei tahunan Annual Member Survey Report 2018 yang ditunjukkan oleh Asosiasi FinTech Indonesia (AFTech), peningkatan terjadi mulai dari jumlah anggota yang kini mencapai 178 startup. Jumlah tersebut sangat tinggi dibandingkan awal mula terbentuknya AFTech pada 2016 silam yang hanya beranggotakan 6 member (CNBCindonesia.com).

Peningkatan juga terjadi pada nilai investasi di sektor Fintech Indonesia pada 2018 yang mencapai 93% (yoy) dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut juga membawa Indonesia menjadi negara dengan pasar Fintech paling menarik di ASEAN.

Kemudian untuk total transaksi yang berhasil dibukukan oleh fintech pembayaran digital di Indonesia pada 2018 mencapai Rp 47 triliun dengan jumlah transaksi mencapai 2,9 miliar kali.

Annual Member Survey Report 2018 pun menunjukkan bahwa total penyaluran pembiayaan Fintech pada 2018 mencapai Rp 22,6 triliun yang berasal dari 207.507 pemberi pinjaman. Sementara jumlah peminjam pada 2018 lalu tercatat mencapai 4,35 juta nasabah.

Kebutuhan akan pinjaman atau pendanaan di Indonesia ini sebetulnya cukup tinggi. Mengutip dari Detik.com, Kepala Subbagian Perizinan Fintech di Direktorat Pengaturan, Pengawasan, dan Perizinan Fintech OJK, Alvin Taulu mengungkapkan bahwa total kebutuhan pendanaan kita mencapai Rp 1.900 triliun. Namun, jumlah tersebut hanya bisa dipenuhi oleh perbankan dan multifinance sebesar Rp 900 triliun. Dan bila melihat jumlah pinjaman yang diberikan oleh industri fintech sebesar Rp 22 triliun, artinya masih ada Rp 978 triliun kebutuhan yang belum terpenuhi. Ini bisa menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendanaan di Indonesia memang begitu besar.

Namun, sayangnya, keberadaan industri fintech di Indonesia yang bermaksud untuk mampu memenuhi kebutuhan tersebut justru tercoreng oleh hadirnya fintech-fintech ilegal. Menurut data yang dilansir dari OJK, sampai dengan Juli 2019 tercatat 113 fintech pemberi pinjaman atau P2P Lending yang terdaftar resmi. Sementara jumlah fintech ilegal jauh lebih besar, yakni mencapai 940 fintech. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi para pelaku industri fintech maupun bagi calon nasabah agar lebih pintar dalam memilih fintech.

Untuk itu, Indonesia Fintech Festival (IFF) 2019 kembali hadir di tahun ini untuk menjadi wadah bagi pelaku industri fintech dalam mengedukasi masyarakat. Terutama untuk menginformasikan fintech P2P Lending mana saja yang legal dan aman untuk diakses.

Indonesia Fintech Festival (IFF) 2019

Salah satunya fintech legal yang aman dan mudah untuk diakses yaitu Dompet Kilat. Dompet Kilat merupakan produk dari PT Indo Fin Tek yang sudah BERIZIN dan diawasi secara resmi oleh OJK sejak 21 Juli 201713 Mei 2019 dengan nomor KEP 47/D.05/2019. Dompet Kilat merupakan salah satu fintech P2P Lending yang aman, mudah, dan terpercaya. Dengan begitu, Dompet Kilat sudah berada di bawah pengawasan OJK.

Capaian Dompet Kilat sampai dengan Agustus 2019 sangat membanggakan. Dalam keterbukaan informasinya pada situs tkb.dompetkilat.co.id, Dompet Kilat mencatatkan tingkat keberhasilan pengembalian pada hari ke-90 atau TKB 90 sebesar 100%. Adapun total peminjam aktif di Dompet Kilat tercatat sebanyak 236 nasabah. Dengan demikian, Dompet Kilat menjadi pilihan tepat dan aman bagi siapa saja yang ingin berinvestasi di sana.

Selain itu, sejak awal beroperasi sampai dengan Agustus 2019 Dompet Kilat sudah berhasil menyalurkan total pendanaan hingga Rp8,7 miliar. Sementara khusus di rentang Januari-Agustus 2019 Dompet Kilat sudah menyalurkan pendanaan mencapai Rp927 juta.

Dompet Kilat berhasil menyalurkan pendanaan dalam jumlah cukup besar berkat berbagai kemudahan yang ditawarkan. Kemudahan tersebut meliputi cepatnya pencairan dana yang dibutuhkan nasabah antara 10 menit hingga 1 jam. Besaran pinjaman yang diajukan pun bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga maksimal Rp2 juta.

Selain itu, nasabah juga bisa mengajukan pinjaman dengan ragam pilihan keperluan, mulai dari pelunasan hutang, kredit motor, modal wirausaha, biaya pengobatan, biaya renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya hidup hingga biaya pernikahan. Sementara persyaratan untuk bisa mengajukan pinjaman di Dompet Kilat pun tidak ribet. Hanya perlu foto KTP dan slip gaji bila punya agar tidak perlu lagi melangsungkan wawancara by email.

Bila Anda ingin mencoba berbagai fitur dan kemudahan yang ditawarkan, langsung download dan install aplikasi Dompet Kilat di Google Playstore. Setelah itu coba gunakan berbagai produk pinjaman yang ditawarkan.

Kalau masih ragu, tak perlu khawatir. Anda bisa datang dan bertemu dengan tim Dompet Kilat di Indonesia Fintech Festival (IFF) 2019 yang akan diselenggarakan pada 23-24 September 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Selain bisa berkunjung ke booth Dompet Kilat, selama di sana Anda bisa mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai literasi keuangan. Terutama untuk bisa mengetahui dan membedakan antara fintech legal dengan ilegal. Jadi enggak sabar mau datang, ‘kan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here