Mengelola Pinjaman

Melakukan pinjaman online bukanlah aib yang mesti dihindari. Justru untuk beberapa hal, pinjaman online bisa menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang kita hadapi. Entah untuk kebutuhan pribadi maupun untuk kebutuhan bisnis. Namun, yang perlu dicatat adalah kita harus bisa mengelola pinjaman itu dengan baik agar dapat benar-benar bisa menjadi solusi. Jangan sampai justru pinjaman tersebut menambah beban perekonomian kita.

Apalagi bila kita memperuntukkan pinjaman tersebut untuk modal bisnis. Bila pinjaman tidak dikelola dengan baik, bisa-bisa justru membawa bisnis kita menuju kebangkrutan. Nah, agar hal semacam itu tidak terjadi, maka Anda perlu untuk mengetahui bagaimana cara cerdas mengelola pinjaman online untuk kebutuhan bisnis di bawah ini.

1. Tentukan lebih dulu tujuan pinjaman

Sebelum melakukan pinjaman, kita harus lebih dulu menentukan tujuan. Karena seperti yang kita tahu, dalam menjalankan bisnis ada banyak sektor yang membutuhkan biaya. Sebagai gambaran sebut saja seperti biaya operasional, modal usaha, branding dan pemasaran. Di antara ketiga sektor ini, manakah yang akan menjadi tempat pengelolaan alokasi pinjaman.

2. Cari pinjaman dengan bunga terendah

Jangan terburu-buru dalam mencari pinjaman. Karena setiap pinjaman pasti akan disertai dengan beban bunga yang harus dikembalikan saat sudah jatuh tempo. Itu berlaku baik untuk bank maupun pinjaman online. Karena itu, agar tidak menjadi beban maka kita harus cermat dalam mencari tempat untuk melakukan pinjaman. Terutama, carilah yang memberikan bunga rendah.

Kalau untuk urusan bunga rendah, sudah pasti pinjaman online akan lebih banyak pilihan daripada bank. Terlebih, untuk proses peminjaman akan jauh lebih cepat dan mudah. Tidak perlu ribet untuk membawa banyak berkas seperti saat melakukan pinjaman ke bank. Seperti yang ditawarkan oleh Dompet Kilat. Cukup 10 menit sampai 1 jam, pinjaman akan
segera ditransfer ke rekening Anda.

3. Alokasikan pinjaman seperti yang sudah direncanakan di awal

Ini sangat penting. Ketika sudah mendapatkan pinjaman yang diinginkan, jangan sampai kita berubah pikiran. Maksudnya, kita harus tetap mengalokasikan dana pinjaman sesuai dengan tujuan awal. Misalkan, tujuan awal 50% dana pinjaman akan dialokasikan untuk keperluan promosi dan 50% untuk biaya operasional. Maka lakukan alokasi tersebut setelah mendapat pinjaman.

Jangan kemudian kita berubah pikiran menjadi hanya 30% mengalokasikan dana pinjaman untuk promosi, lalu 20% untuk operasional, dan justru menambahkan biaya modal usaha untuk dialokasikan sebesar 50%.

4. Sisihkan keuntungan untuk membayar angsuran

Ingat peribahasa “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Di awal memulai bisnis pasti semuanya tidak akan berjalan lancar. Kita akan menemukan titik di mana bisnis kita sepi konsumen, stagnan, dan sebagainya. Memang itulah fase yang harus dilewati bila berbisnis. Tapi, hal yang harus diingat adalah konsistensi. Dengan konsistensi, maka kita pasti bisa melewati semua fase tersebut.

Salah satu konsistensi yang perlu dilakukan adalah menyisihkan keuntungan untuk membayar angsuran pelunasan pinjaman. Bahkan ini harus menjadi yang utama untuk dilakukan. Setiap kali ada penjualan, maka langsung masukkan sebagian keuntungan untuk pembayaran angsuran.

Jangan tunda-tunda pembayaran angsuran karena biasanya kita akan terkena denda. Bila hal itu terjadi, bisa-bisa justru akan sangat memberatkan kita ketika akan melakukan pelunasan. Pastinya kita enggak mau kalau sampai tidak bisa melunasi pinjaman, ‘kan?

5. Buat catatan keuangan untuk arus kas

Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk membuat catatan arus kas dalam menjalani bisnis apa pun itu. Sekalipun masih skala kecil-kecilan, tapi catatan pemasukan dan pengeluaran haruslah jelas. Kenapa? Karena dengan melakukan pencatatan kita bisa lebih mudah dalam melihat apakah bisnis kita sudah sehat atau belum. Kalau belum, maka sektor mana yang harus diperhatikan untuk menekan biaya pengeluaran dan menambah pemasukan.

Selain itu, dengan bantuan catatan kita bisa langsung mencatat keuntungan yang didapat setelah dipotong untuk membayar angsuran pinjaman. Nantinya, dengan bantuan catatan ini pun kita akan lebih mudah dalam menentukan pengalokasian dana apabila hendak melakukan pinjaman berikutnya.

Jadi, inilah 5 cara cerdas mengelola pinjaman online untuk keperluan bisnis kita. Ingatlah, simpan dan jalankan cara ini agar Anda dapat benar-benar merasakan solusi dari pinjaman online yang sudah dilakukan. Selamat mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here